

inNalar.com – Diabetes melitus (DM) atau penyakit kencing manis merupakan penyakit yang perlu mendapatkan perhatian dan kesadaran dari masyarakat Indonesia, baik itu di kalangan wanita maupun pria.
Dilansir dari laman P2PTM Kementerian Kesehatan, dr. Susie Setyowati, Sp.PD, KEMD, seorang konsultan diabetes dan endokrin mengungkap bahwa jumlah pengidap penyakit kencing manis ini bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat dalam waktu 10 tahun mendatang.
Angka kasus diabetes melitus di indonesia ini bisa terus bertambah jika masyarakat Indonesia tidak segera mengubah gaya hidup dan meningkatkan kesadaran akan bahaya penyakit kencing manis ini. dr Saddam Ismail memberikan penjelasan tentang gejala dini diabetes melitus pada wanita melalui kanal YouTube resminya.
Dengan mengenal gejala diabetes melitus sejak dini pada wanita, kesadaran pun akan semakin meningkat dan bisa ditangani lebih awal oleh dokter.
Berikut ini gejala awal khas diabetes pada wanita, menurut penjelasan dr Saddam Ismail.
Berdasarkan penjelasan dr Saddam Ismail, ada tiga gejala umum diabetes pada wanita yang perlu diketahui.
Baca Juga: AWAS! 2 Gejala Diabetes Melitus Ini Seringkali Dianggap Sepele, tapi Bisa Berujung Kematian
Yaitu, seseorang akan mudah merasa lapar dan haus, sering buang air kecil, terutama di malam hari, berat badan terus menurun meski sudah makan banyak.
Selanjutnya, gejala umum lainnya adalah pandangan buram, memiliki luka yang lama proses penyembuhannya, dan badan terasa lemas.
dr Saddam Ismail pun mengungkapkan bahwa ada gejala khusus yang perlu diwaspadai oleh wanita. Gejala ini bisa menjadi tanda awal diabetes melitus.
Baca Juga: dr Saddam Ismail Ungkap Tanda-Tanda Diabetes Melitus dan Gula Darah Tinggi, No.5 Sering Tak Disadari
Siklus menstruasi tidak teratur
Pada kondisi gula darah tinggi, terjadi ketidakseimbangan hormonal. Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya perubahan siklus menstruasi.
Menurut Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit atau CDC, siklus menstruasi yang lebih panjang disebut bisa menjadi gejala diabetes pada wanita.
Seringkali saat wanita sedang memasuki masa siklus menstruasi, dorongan untuk makan lebih banyak menyebabkan jenis makanan yang dikonsumsi cenderung tidak terkendali.
Makanan yang manis biasanya jadi makanan andalan utama untuk menghilangkan stress dan pada akhirnya bisa bikin gula darahnya tinggi.
Disfungsi seksual
Kondisi gula darah tinggi dalam tubuh bisa menyebabkan darah menjadi kental, sehingga siklus haid pun menjadi tidak lancar.
Kondisi semacam ini, menurut dr Saddam Ismail, bisa menyebabkan respon wanita terhadap orgasme berkurang dan nyeri saat berhubungan seksual, karena kondisi vagina yang menjadi kering. Hal tersebut terjadi karena sistem lubrikasi alami menjadi terganggu.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi