

inNalar.com – Rasa bahagia merupakan impian semua orang yang ada di muka bumi ini. Tak jarang orang membeli apapun untuk merasa bahagia.
Banyak orang beranggapan bahwa rasa bahagia merupakan suatu kemewahan yang tiada tara. Semua orang sampai bekerja keras untuk mendapatkan kebahagiaan.
Tidak sedikit juga orang menafsirkan bahwa bahagia itu harus kaya, sehingga harus punya uang banyak untuk mendapatkan rasa bahagia.
Padahal rasa bahagia itu tidak perlu dicari kemana-mana. Rasa bahagia itu ada di sekitar kita. Menurut Dr Fahruddin Faiz.
Dr Fahruddin Faiz pernah menyatakan bahwa hakikat kebahagiaan itu kuncinya ada di rasa syukur. Oleh karenanya, hal ini harus terus dilatih.
“Kesenangan tidak perlu dikejar, langsung aja nikmati sekarang apapun kondisimu, maka kamu akan bahagia,” kata Dr Fahruddin Faiz.
Baca Juga: Ampuh Hilangkan Jerawat Membandel Hanya dengan Satu Bahan Dapur Ini, Sudah Ada Jurnalnya, Caranya…
Dalam kondisi apapun, baik itu susah maupun senang, rasa bahagia itu pasti melekat dalam hati manusia. Namun, tak sedikit orang yang menyadari hal itu.
Terkadang manusia terlalu memaksakan kehendak untuk mendapatkan kebahagiaan. Padahal rasa bahagia itu sangattlah sederhana.
“Bersyukurlah, maka kamu saat ini juga akan bahagia tidak perlu menunggu besok besok,” terang Dr Fahruddin Faiz.
Baca Juga: Bolehkah Melaksanakan Ibadah Umroh dan Haji Gunakan Uang Hutang? Buya Yahya Ungkap Penjelasannya
Bersyukur terhadap apapun yang dimiliki menjadikan kehidupan seseorang merasa tentram dan nyaman, bahkan berada di level bahagia tersendiri.
Karena pada prinsipnya bahagia adalah merasa cukup dengan keadaan yang ada.
“Merasa cukup merupakan standar kebahagiaan, jika selalu merasa tidak cukup maka kamu tidak akan pernah merasa bahagia,” ucap Dr Fahruddin Faiz.
Standar kecukupan inilah yang menjadi tolak ukur untuk mencapai kebahagiaan seseorang. Sehingga perlu ditanamkan sifat sederhana dalam diri sendiri.
Level bahagia seseorang itu tergantung dari masing-masing. Oleh karenanya terapkan level bahagiamu menjadi sesederhana mungkin.
Karena sejatinya bahagia itu jangan dicari, apabila mencari kebahagiaan dengan bekerja keras, yang kamu dapatkan hanyalah kecapekan.
Dalam artian, kamu mengejar sesuatu untuk mencapai kebahagiaan justru waktumu hanya akan dihabiskan untuk mencari rasa bahagia tersebut.
“Karena dengan kamu tidak mengejar apapun, semuanya akan lebih mudah untuk dinikmati. Pada prinsipnya harus membiasakan diri dalam kesenangan yang sifatnya sederhana,” sambung Filsuf itu.
Dengan kamu mengejar sesuatu, waktu yang seharusnya kamu nikmati hanya terbatas pada hal yang harus kamu kejar. Sehingga kamu lupa untuk merasakan bahagia sesungguhnya.
Dan yang perlu diingat adalah rasa bahagia itu cukup dengan membiasakan diri dengan hal-hal yang sederhana.
Pesan terakhir yang disampaikan Dr Fahruddin Faiz kepada semua orang, “Cukup dengan apapun yang kita miliki sekarang, itu merupakan sumber kebahagiaan,” pesan Dr Fahruddin Faiz.
Syukurilah apa yang ada di depanmu, dan itu akan menjadi sumber kebahagiaan utama dalam hidupmu.***