dr Aisah Dahlan Membagikan Cara Membentuk Karakter Anak, Ini Hal Pertama yang Harus Dilakukan


inNalar.com
– dr Aisah Dahlan menyampaikan materi tentang cara membentuk karakter anak yang berkualitas pada 4 Juni 2022. Materi tersebut diunggah ke YouTube oleh kanal bernama Pecinta dr Aisah Dahlan.

Dalam video tersebut, dr Aisah Dahlan menguraikan empat jenis watak anak, yaitu koleris, sanguinis, plegmatis, dan melankolis.

Menurut dr Aisah Dahlan, anak koleris merupakan anak yang cepat melakukan apa yang kita minta. Namun, mereka terkesan membangkang karena selalu fokus pada tujuannya melakukan sesuatu. Mereka akan beradu argumen dan bertanya untuk apa dia melakukan hal tersebut.

Baca Juga: Cara Menghadapi Suami Pemarah Menurut dr Aisah Dahlan, Cukup Lakukan Hal Berikut

Selanjutnya, ia menjelaskan mengenai anak sanguinis. dr Aisah Dahlan berkata bahwa anak sanguinis spontan dalam mengerjakan sesuatu, tetapi karena wataknya yang selalu gembira, mereka terkesan tidak serius.

Setelah itu, dr Aisah Dahlan menguraikan watak anak plegmatis. Ia berkata “Anak plegmatis gak pernah bangkang kalau kita minta sesuatu, tapi karena dia anak damai, dia gak terlalu suka dirongrong.”

Watak anak melankolis menurut dr Aisah Dahlan adalah watak yang selalu mempertimbangkan sesuatu sebelum melakukannya. “Dia bukannya tidak mau segera melakukan. Dia timbang-timbang dulu.”

Baca Juga: PSM Makassar Lolos ke Semifinal Piala AFC 2022, Siap Bentrok dengan Wakil Malaysia

Pengenalan mengenai watak-watak tersebut bisa kita manfaatkan untuk mengarahkan karakter anak. dr Aisah Dahlan kemudian menunjukkan beberapa ilustrasi untuk menggambarkan watak masing-masing anak.

Ilustrasi pertama berupa gambar tumpukan baju. Jika anak melankolis dan plegmatis ingin mengambil salah satu baju di tumpukan tersebut, mereka akan mengangkat tumpukan bagian atas terlebih dahulu supaya tidak berantakan. Hal tersebut menjadikan isi lemari anak melankolis tertata rapi.

Sebaliknya, anak koleris dan sanguinis akan langsung menarik tumpukan bagian bawah sehingga baju-baju di bagian atas akan jatuh berantakan. Akibatnya, lemari anak yang memiliki dua jenis watak tersebut akan terlihat berantakan.

Baca Juga: Begini Cara Mengatasi Anak Pendiam dan Penakut Ala dr Aisah Dahlan, Mudah tapi Sering Terlupakan

Di ilustrasi yang kedua, dr Aisah Dahlan menunjukkan gambar gantungan handuk. Menurutnya, anak melankolis dan plegmatis akan bisa menggantung handuk dengan rapi, tetapi lain halnya dengan anak koleris dan sanguinis. Mereka cenderung akan meletakkan handuk begitu saja di tempat tidur atau kursi.

“Bukan berarti dibiarin. Kita ajarkan dia taruh di tempat handuk walaupun mungkin tidak serapi tadi anak melankolis,” ujarnya. Menurut dr Aisah Dahlan, kita tidak perlu mengajarkan anak koleris dan sanguinis menjadi terlalu rapi karena akan mengurangi kreativitas mereka.

“Buang waktu kalau harus sampai rapi banget. Udah ada di situ aja udah syukur,” tuturnya. dr Aisah Dahlan memberikan tips mengidentifikasi watak anak.

Baca Juga: Presiden Jokowi Bertemu Presiden Vladimir Putin di Moskow, Rusia, Ini yang Dibahas

“Saya dulu waktu pertama kali belajar watak karena anak saya banyak, itu saya punya kertas-kertas mencatat,” kata dia menjelaskan.

Setelah itu, kita harus memperhatikan kombinasi dan kelemahan watak setiap anak agar kita dapat membentuk karakter dan memahami pola pikir anak.

Memahami watak adalah langkah yang sangat penting dilakukan agar kita bisa membentuk karakter anak yang berkualitas.

Watak bawaan tidak akan hilang walaupun kita menganggapnya sebagai sebuah kelemahan. Oleh karena itu, memahami anak adalah langkah yang tepat untuk bisa menjadi orangtua yang bijak. ***

Rekomendasi