

InNalar.com – Dorothy Hoffner, lansia berusia 104 tahun asal Chicago yang raih rekor penerjun payung tertua dikabarkan meninggal dunia.
Dorothy Hoffner berhasil melakukan aksinya dan selamat mendarat usai lompat dari pesawat dari ketinggian 4.115 meter.
Dorothy Hoffner berhasil mendarat di Skydive Chicago Airport di Ottawa, Illinois dinluar Chicago.
Baca Juga: Sejarah Peringatan Hari Anak Perempuan Sedunia: Ada Deklarasi Penguatan Hak hingga Kesetaraan Gender
Rekornya tersebut telah dicatat oleh Skydive Chicago dan disahkan disahkan Guinness World Record sebagai penerjun payung tertua.
Rekor atlet lansia tersebut, berhasil mengalahkan rekor wanita penerjun payung asal Swedia berusia 103 tahun pada 2022 lalu.
Lansia kelahiran 17 Desember 1918 itu pertama kali melakukan terjun payung di usia 100 tahun dan rekor ini adalah kali keduanya.
Melansir dari The New York Times, Hoffner kabarnya ditemukan meninggal ketika sedang tidur di kediamannya di Chicago.
Joe Conant selaku teman dekat yang sudah dianggap cucu, mengatakan dia meninggal pada Senin pagi dan penyebab kematiannya belum diketahui.
Conant mengatakan jika Hoffner adalah orang yang baik dan cerdas, bahkan tak mengenal lelah.
Baca Juga: Tak Habis Pikir! Sekumpulan Domba di Yunani Mabuk Usai Makan 300 Kg Ganja Medis, Kok Bisa?
Diketahui, Hoffner dulu tumbuh dalam kemiskinan dan tidak mampu membiayai pendidikan kuliahnya.
Dia juga tidak pernah menikah ataupun memiliki anak, itulah yang memberinya kebebasan berpetualang.
Hidupnya disebut mengalami banyak perubahan usai melakukan terjun payung hingga memecahkan rekor.
Banyak reporter dan produser televisi yang mencoba menghubungi untuk mewawancarai dirinya.
Meski awalnya tidak bersemangat karena menjadi pusat perhatian, dia akhirnya berubah pikiran sebab ingin melihat ini sebagai kesempatan dan bertemu orang baru.
Terjun payung dinilai sangat menyenangkan bagi Hoffner, dia mengatakan sangat menyukai ketika dia terjatuh namun tetap terapung sejenak melihat hamparan bumi yang luas.***