

inNalar.com – Hadirnya Pos Lintas Batas Negara atau PLBN Badau di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat mampu mudahkan kegiatan ekspor komoditas lokal ke Malaysia.
Melansir dari Instagram @kemenpupr, Kementerian PUPR telah membangun PLBN Badau di atas lahan seluas 8,8 hektare.
Kemudian Presiden Jokowi juga telah meresmikan Pos Lintas Batas Negara ini pada tahun 2017 lalu.
Presiden berharap agar pembangunan ini dapat menghentikan barang selundupan lintas negara.
Pada bulan Januari hingga November 2023, nilai ekspor komoditas lokal di kabupaten ini telah mencapai angka Rp5,4 miliar.
Nilai ekspor tersebut berupa produk pertanian dan perikanan, yakni menyentuh angka hingga 85,4 ton.
Tentu nilai ekspor tersebut merupakan sebuah peluang yang perlu dikembangkan lagi.
Harapannya PLBN Badau sebagai jalur resmi keluar masuk barang dan orang ini mampu meningkatkan perekonomian daerah hingga devisa negara.
Dengan begitu, masyarakat setempat dapat menikmati hasil perdagangan komoditas mereka.
Adanya pembangunan tersebut juga termasuk menjadi aset negara di Tapal Batas Kalimantan Barat, Indonesia yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia.
PLBN Badau telah berdiri dengan megah sehingga mampu mennadi wajah terdepan di tanah air.
Pada gedung PLBN Badau tersematkan patung Garuda Indonesia serta landmark Badau Indonesia.
Baca Juga: Catat! Inilah 10 Cara Jitu Mengatur Keuangan Setiap Bulan Biar Gaji Tak Bocor sebelum Waktunya
Lokasinya juga menjadi gerbang keluar maupun masuk antara Indonesia dengan Malaysia.
Aset negara ini sendiri dikelola oleh BNPP atau Badan Nasional Pengelola Perbatasan.
PLBN Badau saat ini tentu telah menjadi sumber pendapatan bagi Indonesia.
Baca Juga: Catat! Inilah 10 Cara Jitu Mengatur Keuangan Setiap Bulan Biar Gaji Tak Bocor sebelum Waktunya
Hal ini berarti kehadirannya tidak hanya dapat memberi dampak ekonomis pada msayarakat sekitar.
Dengan begitu, ekspor dari Badau menuju Malaysia juga kian meningkat.
Adapun komoditas dominan yang diekspor menuju negara tetangga tersebut berupa ikan sungai air tawar.
Seperti ikan seladang, ikan jelawat, ikan tapah, hingga ikan semah.
Sedangkan untuk produk pertaniannya berupa kelapa sawit, lada, petai, durian, timun, dan beberapa sayuran lain.
Sampai saat ini, geliat ekspor di PLBN Badau terbilang terus mengalami peningkatan.
Baca Juga: Mau Nikah Tahun Depan? Ini 6 Tips Menyiapkan Biaya Pernikahan Supaya Gak Boncos setelah Menikah
Terutama sejak dibukanya jalur ekspor pada bulan Januari tahun 2023 lalu.
Adapun perolehan hasil ekpspor tertinggi menyentuh angka Rp700 juta lebih di bulan November lalu.***