Divestasi Saham 218 Juta USD, Indika Energy Lepas Aset Tambang Batu Bara di Kalimantan Tengah, Emiten Prajogo Pangestu Auto Kepincut

inNalar.com – Dalam rangka merampingkan portofolio bisnis batu bara, PT Indika Energy melakukan divestasi saham salah satu konsesi tambangnya pada November 2023.

Aset tambang yang berlokasi di Kalimantan Tengah itu langsung menarik perhatian emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk.

Sebagai informasi awalan, site konsesi yang dilepas emiten berkode INDY ini adalah aset PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU).

Baca Juga: PM Timor Leste Xanana Gusmao Gandeng Indonesia Jalin 4 Kesepakatan Ini, Dorong Penyelesaian Perundingan Perbatasan hingga…

Tidak kira-kira, perusahaan energi yang dikenal memiliki beragam lini bisnis ini menjual seluruh kepemilikannya sebanyak 2.263.030.000 saham.

Adapun total nilai transaksi dari aksi divestasi saham perseroan ini mencapai 218 juta USD.

Langkah lepas aset saham INDY di MUTU merupakan salah satu strategi perusahaan untuk mengurangi eksposur bisnis batu bara.

Baca Juga: Bangun Instalasi PLTS Atap Terbesar di Jawa Timur, Laba Bersih PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Anjlok Rp3,3 Triliun

Setelahnya, pihak perseroan akan lebih menggemukkan investasi di sektor portofolio segmen usaha lainnya.

Dengan harapan perusahaan energi ini mampu meraup cuan hingga setengah porsi pendapatan dari sektor non-batu bara di tahun 2025.

Sekadar informasi, MUTU merupakan perusahaan pertambangan batu bara yang memegang areal konsesi seluas 24.970 hektare.

Baca Juga: Pendapatan Anjlok 26,6 Persen, Produksi Batu Bara Indika Energy (INDY) di Tambang Paser Kalimantan Timur Menciut 3,7 Juta Ton, Ternyata Karena…

Aset berharga yang dijual oleh Indika Energy ini telah menjadi bagian dari unit bisnisnya sejak 2012 silam.

Rekam jejak gemilang dari aset MUTU di Kalimantan Tengah ini agaknya yang mendorong emiten Prajogo Pangestu langsung meliriknya.

Pasalnya tambang batu bara ini mampu menembus rekor profit tertingginya pada tahun 2022.

Baca Juga: 3 Jam dari Manado, Pulau Eksotis di Sulawesi Utara Ini Mampu Hasilkan 1,66 Juta Ton Pala Sitaro per Tahun

“MUTU menunjukkan pertumbuhan bisnis yang baik sejak berproduksi di tahun 2016 dan mencapai profit tertinggi di tahun 2022,” ungkap Azis Ahmad selaku Wakil Dirut dan CEO Grup Indika Energy.

Meski arah bisnis aset tersebut masih dinilai perseroan cukup potensial ke depannya, tetapi langkah divestasi saham akan menjadi strategi besar perseroan dalam mendiversifikasi usahanya.

Sebagaimana terlihat dari alokasi belanja modal sepanjang 2023, dominasi serapan capital expenditure berada di sektor non batu bara.

Baca Juga: Nilai Investasinya Rp36 Triliun, Bandara Baru di Jawa Barat Ini Bakal Miliki Kapasitas 100 Juta Penumpang per Tahun, Kapan Dibangun?

Sebagai informasi tambahan, INDY telah mengepakkan sayap bisnisnya mulai dari sektor pertambangan batu bara, logistik dan infrastruktur, dan teknologi digital

Selain itu, pertambangan emas juga tengah menjadi proyek utama perusahaan dan kini pihaknya juga mulai menginvestasikan unit bisnisnya ke sektor EBT dan mobil kendaraan listrik.

Kendati demikian, pendapatan sektor batu bara masih mendominasi cuan Indika Energy sebesar US$ 2,29 miliar, berdasarkan laporan keuangan INDY per kuartal III tahun 2023.***

Rekomendasi