

inNalar.com – Krisis kemanusiaan di Gaza semakin parah karena diberhentikannya bahan bakar, air, makanan, dan pasokan medis yang sangat diperlukan bagi korban berjatuhan di Gaza yang terus meningkat.
Pemblokadean yang dilakukan Israel di Jalur Gaza ini menyebabkan sistem kesehatan semakin berada di ambang kehancuran.
Di antara populasi Gaza yang berjumlah 2,2 juta orang, 1 dari 4 adalah perempuan dan anak perempuan usia reproduksi dan sekitar 572 ribu membutuhkan akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi.
Diperkirakan 50 ribu perempuan hamil terjebak dalam konflik ini dan sekitar 5.500 diantaranya akan melahirkan dalam waktu 30 hari ke depan.
Dilansir inNalar.com dari United Nations Population Fund, sebanyak 840 wanita mungkin mengalami komplikasi terkait kehamilan atau kelahiran.
Hal ini dikarenakan banyaknya wanita hamil yang tidak mendapatkan pelayanan persalinan yang aman.
Baca Juga: Kopi Indonesia Semakin Populer di Internasional, BRI dan Pegadaian Dukung UMKM Kopi Go Global
Rumah sakit penuh dengan korban jiwa, kehabisan bahan bakar untuk generator, obat-obatan dan perlengkapan dasar, termasuk untuk penanganan darurat obstetri.
Diketahui sekitar 73 ribu perempuan saat ini sedang hamil di Tepi Barat, dan lebih dari 8.120 diperkirakan akan melahirkan pada bulan depan karena kekerasan yang mengancam akan meluas.
UNFPA mengirimkan obat-obatan dan pasokan kesehatan reproduksi yang menyelamatkan jiwa ke Mesir untuk ditimbun dan diangkut melintasi perbatasan ke Gaza jika memungkinkan.
Baca Juga: Mengerikan! TPA di Cimahi Jawa Barat Ini Pernah Jadi Bencana Terbesar Ke-2 di Indonesia, Mengapa?
Pada tanggal 26 Oktober, UNFPA menyiapkan sebanyak 3 ribu perlengkapan yang berisi perlengkapan kebersihan yang dikumpulkan di Mesir dan siap untuk dikirim ke Gaza.
Selain itu terdapat pula perlengkapan kesehatan reproduksi yang telah disiapkan dan siap untuk dikirim melalui Mesir.
Peralatan dan perbekalan kesehatan ini menyelamatkan nyawa perempuan hamil yang sama pentingnya dengan makanan, air, dan tempat tinggal.
Di Tepi Barat, Kementerian Kesehatan telah melakukan pemindahan bidan dari rumah sakit ke Pusat Darurat Safe Motherhood.
Hal ini didukung oleh UNFPA, untuk memastikan bahwa bidan dapat diakses di setiap komunitas.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi