Ditemukan Sejak Abad Ke-19, Telur Asin dari Brebes Ini Makanan untuk Dewa Bumi, Namun Kini Jadi Warisan Budaya

inNalar.com – Brebes merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terkenal dengan telur asin dan bawang merah.

Telur asin dari Brebes ini berbeda dengan daerah lain, yakni jika punya Brebes memiliki warna khas biru kehijauan.

Telur asin khas Brebes ini juga sudah dinobatkan menjadi warisan budaya tak benda.

Baca Juga: 4 Makanan Khas Ini Wajib Dicoba saat Wisata ke Solo Jawa Tengah, Ada yang Populer Sejak Abad ke-19

Sebagai makanan khas Brebes ini bukan hanya sebagai kuliner atau santapan wajib bagi masyarakatnya.

Telur asin juga memiliki makna seperti filosofi kegotongroyongan, identitas sosial masyarakat Brebes serta ketrampilan dan pengetahuan tradisional.

Dikutip inNalar.com dari website Warisan Budaya Kemendikbud RI, telur asin merupakan makanan untuk ritual sembahyang masyarakat Tionghoa.

Baca Juga: Berusia 1200 Tahun, Kampung Tradisional Unik Autentik di NTT Masyarakatnya Melakukan Pemujaan Pada….

Ritual tersebut dilakukan untuk memuja Dewa Bumi, pada tahun 1950 masyarakat Tionghoa mulai memperdagangkan telur asin.

Tjoa dan Lina Pandi adalah generasi pengusaha telur asin di Kabupaten Brebes.

Berawal dari Tjoa yang menjual telur asin hanya dalam keluarga Tionghoa kemudian dilanjutkan oleh generasi Tionghoa lainnya.

Baca Juga: Kreatif! Pasar di Temanggung Jawa Tengah Ini Gunakan Bambu Jadi Alat Transaksi Beli Aneka Makanan Tradisional

Bisnis tersebut akhirnya booming dikalangan Tionghoa dan bahkan sampai kalangan pribumi.

Masyarakat pribumi yang pernah bekerja membuat telur asin akhirnya ikut membuka bisnis tersebut.

Bisnis yang terus berkembang hingga sekarang, Kabupaten Brebes sekarang banyak pengusaha telur asin untuk dijadikan sebagai oleh-oleh khas Brebes.

Pola pengembangan budidaya ternak itik dengan cara diangonkan (digembalakan) di bekas sawah yang sudah panen.

Ada juga dengan cara dikandang (pangon) yang letaknya dekat sungai.

Agar telur itik tidak gampang busuk dan terbuang sia-sia, maka telur diawetkan agar lebih tahan lama.

Bau amis yang kuat juga dihilangkan agar layak saat disajikan.

Akhirnya telur itik diawetkan dengan memberikan garam agar enzim pada telur menjadi nonaktif walaupun disimpan dalam waktu yang lama.

Pola asupan makanan juga menjadi faktor penting untuk jenis pangon dalam budidaya ternak itik.

Ada beberapa usaha telur asin yang masih eksis hingga sekarang diantaranya HTM Jaya, Randy Jaya, Pandhawa, Mbok Berkah, Romlah, Rosyid, Tip Top, dan Cah Angon.

Baca Juga: Bukan Asal Indonesia, Tradisi Unik Bakar Wangkang di Kalimantan Barat ini, Benarkah Punya Etnis Tionghoa?

Proses pengasinan merupakan salah satu keahlian warga Tionghoa yang sudah ada sejak lama.

Sekarang, makanan khas ini tidak hanya direbus tapi juga ada yang dipanggang serta dibakar menggunakan oven.

Ciri Telur asin bisa dirasakan adalah dengan komposisi pengolahan tingkat keasinan yang menghasilkan rasa telur asin yang masir.

Masir adalah tingkat kegurihan yang pas sakaligus mengeluarkan minyak dan berwarna orange pekat.

Ini yang menjadi pembeda antara telur asin yang diproduksi dari Brebes dan luar daerah.

Telur asin Brebes juga memiliki ketahanan mencapai 7 hari.

Ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari telur asin, bukan sekedar perspektif kuliner tapi juga memiliki perspektif nilai sosial.

Pertama, makanan ini dapat diterima semua elemen masyarakat meski berasal dari kultur peranakan Tionghoa.

Makanan ini menjadi bentuk akulturasi budaya yang tidak hanya di eksklusi tapi juga di inklusi.

Baca Juga: Dibangun Tahun 1896, Vihara di Lampung Ini Jadi Saksi Sejarah Peradaban Bangsa Tionghoa, Terdapat Patung…

Kedua, telur asin memiliki nilai toleransi. Dalam proses pembuatannya telur asin merupakan kerja kolegial.

Mulai dari pemilihan telur itik yang berkualitas, pembuatan bahan pengasinan, dan proses pengasinan.

Ketiga, telur asin memiliki fungsi nilai penentuan identitas suatu masyarakat, dalam hal ini masyarakat Brebes.

Keempat, hidangan ini menjadi simbol kohesi dan rujuk sosial sebagai warisan budaya.

Telur asin menjadi salah satu kuliner bagi Kabupaten Brebes, tidak hanya sebagai brandedimage belaka.

Teur asin memiliki banyak manfaat bagi tubuh seperti untuk mregenerasi sel, mencgh anemia, menangka radikal bebas, meningkatkan fungsi otak dan masih banyak lagi.***

Rekomendasi