

inNalar.com – Proses pembangunan sebuah bendungan tentunya membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit.
Begitupula untuk membangun PLTA Mentarang di Kalimantan Utara, dibutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit.
Pasalnya, diketahui bahwa PLTA Mentarang yang ada di Kalimantan Utara ini akan memiliki kapasitas 1.375 MW.
Dengan kapasitas yang begitu besar, tentunya jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan juga sangat besar.
Untuk mewujudkan berdirinya PLTA Mentarang di Kalimantan Timur, diproyeksikan akan menyerap tenaga kerja lokal hingga berjumlah 5.000 orang.
Hal tersebut tentunya memberikan kabar baik bagi para pencari kerja lokal agar dapat berkontribusi dalam pembangunan PLTA.
Di sisi lain, PLTA Mentarang tidak hanya menjadi yang terbesar di Kalimantan Utara, namun juga digadang menjadi yang terbesar di Indonesia.
Hingga saat ini telah dilakukan proses peletakan batu pertama untuk mengawali pembangunan PLTA Mentarang.
Proses peletakan batu pertama untuk pembangunan PLTA di Kalimantan Utara ini menjadi bukti persahabatan dengan Malaysia.
Proyek PLTA Mentarang sendiri merupakan proyek yang mendapatkan perhatian khusus karena tidak hanya memberikan energi hijau.
Kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Air di area Sungai Mentarang ini juga akan menyuplai Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI).
Pembangunan PLTA Mentarang sendiri membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Nilai investasi untuk proyek di Kalimantan Utara yang mendapat perhatian khusus ini mencapai Rp 40 triliun.
Sedangkan durasi pengerjaan proyek PLTA Mentarang ditargetkan dapat selesai di tahun 2029 mendatang.
Dengan jumlah tenaga kerja yang diproyeksikan mencapai 5.000 orang, diharapkan target selesai pada tahun 2029 bisa terlaksana.***