Ditarget Rampung 2024, Kawasan Industri Senilai Rp13,3 Triliun di Jawa Tengah Ini Dapat Investasi Rp6,8 triliun dari 13 Perusahaan

inNalar.com – Terdapat sebuah megaproyek berupa Kawasan Industri Terpadu di Jawa Tengah yang terus digenjot pembangunannya.

Area ini dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Lokasinya berada di Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Baca Juga: Tekor Modal Rp1,18 Triliun, Rupanya Waskita Beton Kuasai 9 Proyek IKN di Kalimantan Timur Bernilai Jumbo, Totalnya Tembus Segini

Pembangunannya ditargetkan rampung pada tahun 2024 mendatang dan melalui 2 tahap.

Tahap pertama adalah pengembangan 450 hektar lahan dan tahap kedua pembangunan meliputi keseluruhan wilayah Kawasan Industri Terpadu Batang.

Secara keseluruhan, area senilai Rp13,3 triliun ini dibangun di atas lahan sebesar 4.300 hektar.

Baca Juga: Raih Fasilitas Pinjaman Senilai Rp2 Triliun, Segini Jumlah Aset Perusahaan Batu Bara PT Golden Energy Mines, Naik Drastis?

Kini, pemerintah tengah berambisi melakukan percepatan pembangunan terhadap megaproyek ini.

Bahkan, nantinya proyek ini ditargetkan menjadi kawasan industri percontohan kerja sama antara pemerintah dan BUMN.

Pembangunan KIT batang memiliki konsep ‘The Smart and Sustainable Industrial Estate’.

Baca Juga: Raih Fasilitas Pinjaman Senilai Rp2 Triliun, Segini Jumlah Aset Perusahaan Batu Bara PT Golden Energy Mines, Naik Drastis?

Area ini nantinya akan terintegrasi dengan perumahan buruh, pendidikan, layanan kesehatan, serta adanya rantai suplai antar pabrik.

Keberadaan Kawasan industri ini nantinya akan menjadi solusi dari keluhan para investor mengenai harga lahan dan fasilitas pendukung.

Sehingga dapat banyak mengundang para investor untuk berinvestasi di kawasan ini.

Baca Juga: Incar Pendapatan Rp46 Triliun, Laba PT Golden Energy Mines Milik Sinar Mas Group Anjlok 18 Persen pada Kuartal III 2023

Dilansir inNalar.com dari antaranews.com, hingga kini terdapat sedikitnya 13 perusahaan yang hendak berinvestasi ke KIT Batang.

13 perusahaan tersebut meliputi PT Rumah Keramik Indonesia, PT Jayamas Medica, PT Unipack Plasindo, PT Medica Indonesia, PT Samator, PT KCC Glas dari Korea Selatan, PT Yih Quan Footwear dari Taiwan, dan PT Wavin dari Belanda.

Dari 13 perusahaan tersebut, 6 diantarannya telah mulai membangun kontruksi bangunan.

Nilai investasi yang tersalur dari 13 perusahaan tersebut mencapai nilai Rp6,8 triliun.***

Rekomendasi