

inNalar.com – Seorang jemaah kristen, mengikuti kajian Gus Iqdam dalam Acara Sabilu Taubah di Masjid Hasan Asy’ari beberapa hari yang lalu.
Pada waktu tanya jawab berlangsung, Gus Iqdam menanyakan keberadaan jemaah Kristen ini dan memberikan jawaban atas pertanyaannya.
Kemudian, jema’ah kristen ini mengaku bahwa dirinya merasa kagum dengan Gus Iqdam, dan menjelaskan bahwa di lain tempat, ada 200 teman-teman nya yang juga ikut mengikuti acara tersebut secara streaming.
“Kekaguman itu muncul dari pribadi saya sendiri gus,” ucap jemaah kristen kepada gus Iqdam.
“Bila bukan berasal dari tuhan, maka tak mungkin saya bisa seperti ini”, tambah jema’ah.
Gus Iqdam pun membenarkan pernyataan jemaah kristen tersebut, dengan mengatakan, memang benar itu semua datang dari Allah.
Jemaah kristen itu pun mengutarakan keinginan untuk bertanya 2 pertanyaan kepada Gus Iqdam.
Pertanyaan pertama yakni berhubungan dengan kehidupan, “Bagaimana kiat-kiat Gus Iqdam dalam keberagaman seperti ini. Kita berjalan dalam sebuah perbedaan, dimana dewasa ini sering terjadi pembeda antara ras, suku, budaya, dan agama,” tutur jemaah kristen tersebut.
Kemudian pertanyaan yang kedua, berkaitan dengan ibadah. Jemaah kristen itu memberikan penjelasan tentang apa yang ia tahu terkait ibadah.
Baca Juga: Robertus Nekat ke Blitar Buat ‘Log In’ Islam, Dapat Hidayah Gara-gara Mimpi Gus Iqdam?
” Seharusnya, orang yang beribadah menjadi tempat mereka yang lemah, susah ,dan membutuhkan, Lalu Apa kiat-kiat dari Gus Iqdam agar ibadah kita menjadi barokah bagi kita semua”, sambung Jama’ah.
Adapun jawaban yang diberikan oleh Gus Iqdam ke jemaah kristen tersebut yakni, sebagai berikut:
Untuk pertanyaan pertama, Gus Iqdam berikan penjelasan bahwa semua yang ada di dunia ini merupakan rahmat dari Allah.
“Setiap manusia yang memiliki kenikmatan, berarti itu adalah anugerah dari Allah”, terang gus iqdam memberi jawaban.
Ketika Allah memberikan anugerah kepada seseorang, maka tidak akan diambil kembali oleh allah, kecuali ada penyebabnya, yakni kerusakan maupun kedzoliman.
Gus Iqdam juga katakan kepada jemaah kristen tersebut, ketika seseorang tidak kuat dengan anugerah yang diberikan oleh Allah, maka bisa sebabkan mafsadah, dan bisa dicabut oleh Allah.
“Untuk itu, berkumpullah dengan oang soleh, ulama, agar diri kita menjadi soleh , dan ikut baik, Kesimpulannya adalah, ketika kita ingin mempertahankan anugerah dari Allah, maka berbuat baik dengan anugerah itu supaya tidak dicabut oleh Allah”, jelas Gus Iqdam kemudian memberi jawaban.
Adapun jawaban pertanyaan kedua, Gus Iqdam berikan solusi untuk sering-sering berkelompok dalam kebaikan.
“Karena tujuan agama adalah untuk menegakkan agama Allah, dan tidak bercerai berai, bertemanlah dengan seseorang yang tingkah nya dan perkataannya membuat kita dekat dengan Allah”, ujar Gus Iqdam ke jemaah kristen tersebut.
Kejadian ini pun menuai pujian di kalangan masyarakat, sehingga banyak yang memuji Gus Iqdam atas jawabannya.
Menurut masyarakat Gus Iqdam merupakan pendakwah yang memiliki toleransi tinggi dalam kehidupan, tetapi semua jawabannya tidak keluar dari agama Islam.***