Disulap Belanda Jadi Kota Air, Daerah di Kalimantan Timur Ini Disebut Mirip Amsterdam! Bukan Balikpapan, Tapi?

inNalar.com – Pada zaman Pemerintahan Hindia-Belanda masih menguasai daerah di Kalimantan Timur ini, tata perencanaan kota yang satu ini disebut mirip Amsterdam, bahkan Venezia.

Daerah di Kalimantan Timur yang dimaksud ini bukanlah Balikpapan, melainkan satu kota yang dikenal sejak zaman Belanda sebagai ‘Kota Air’.

Karakteristik daerah di Kalimantan Timur ini dilirik oleh Pemerintah Hindia Belanda, karena disebut mirip dengan Kota Amsterdam berukuran kecil.

Baca Juga: Gelontorkan Rp1,9 Triliun, Pemerintah Pontianak Kalimantan Barat Bangun SPALD dengan 2 IPALD, Selesai 2026?

Ciri khas utama di tepian Sungai Mahakam, ada beberapa daerah yang dialiri oleh anak sungai. Atas dasar kemiripan karakteristik wilayah inilah yang membuat Belanda menyulap daerah di Kalimantan Timur ini seolah menjadi Kota Amsterdam mungil.

Daerah di Kalimantan Timur yang dimaksud ini adalah Kota Samarinda. Pemerintah Belanda dahulu menyebut kawasan ini sebagai Vierkante Paal.

Vierkante Paal membentang dari wilayah yang dilalui oleh Sungai Karang Asam Besar di bagian hulunya hingga Sungai Karang Mumus di bagian hilirnya.

Baca Juga: Resmi Disahkan! RUU ASN Prioritaskan Daerah 3T, Azwar Anas Ungkap Ada Kejutan Menarik Bagi CASN

Belanda membangun banyak kanal raksasa di Kota Samarinda agar jalur air tersebut bisa dilalui oleh kapal.

Kanal Belanda yang berada di Kota Samarinda, Kalimantan Timur ini pun digunakan untuk mengangkut berbagai jenis barang dari pelosok area hulu menuju hilirnya.

Keberadaan kanal tersebut juga berfungsi sebagai pembatas area antar wilayah persis seperti tata rancang Kota Amsterdam.

Baca Juga: Stasiun Kereta Api di Jawa Barat Ini Dijuluki Tertinggi se-Asia Tenggara, Tapi Kini Hanya Tinggal Sejarah

Selain itu, keberadaan kanal di Ibukota Kalimantan Timur ini juga difungsikan sebagai tempat penampungan air guna mencegah terjadinya banjir.

Kemiripan tata rancang kota Samarinda dengan Kota ibukota Belanda ini yang membuat daerah ini dijuluki sebagai Amsterdam van Kutai.

Salah satu penyebab kota ini sangat diminati Belanda ialah karena kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah.

Samarinda diketahui memiliki kelimpahan minyak dan gas, serta batu bara yang mendorong kota tersebut menjadi penghasil devisa terbesar kedua setela Medan pada tahun 1960-an.

Dilansir inNalar.com dari laman Kebudayaan Kemendikbud, awal mula Samarinda ialah berasal dari tiga kampung yang dipengaruhi oleh Kerajaan Gowa, Sulawesi Selatan pada abad ke-14.

Pada tahun 1668, Suku Bugi Wajo yang berasal dari Sulawesi Selatan mulai tinggal di wilayah Kerajaan Kutai, yakni daerah Samarinda, hingga akhirnya disebut oleh mereka dengan ‘Samarendah’.

Penyebutan tersebut bermakna Sama dan Rendah, yakni tidak ada yang lebih rendah dan lebih tinggi antara satu dengan yang lainnya.

Hingga kini penyebutan resmi secara administratif kota di Kalimantan Timur ini disebut dengan Kota Samarinda.***

Rekomendasi