

inNalar.com – Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Pusat tengah giat melakukan upaya perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayahnya.
Meski jangka waktu penyelesaian perbaikan jalan dan jembatan di hampir seluruh wilayah Provinsi Lampung ditargetkan selesai Desember 2023.
Namun upaya pengawasan terhadap kualitas jalan dan jembatan terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.
Infrastruktur yang kini paling disorot dalam sesi Rapat Komisi V DPR RI salah satunya adalah Jembatan Way Rarem yang ada di Desa Aji, tepatnya di Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.
Pasalnya, kondisi Jembatan Way Rarem yang ambles setelah diperbaiki pada tahun 2022 kembali rusak pada 26 Maret 2023.
Sebagai informasi, Rapat Komisi V DPR RI telah dilaksanakan pada Rabu, 6 September 2023 di Gedung Nusantara Senayan, Jakarta.
Keberadaan jembatan ini tidak hanya berefek pada konektivitas wilayah, tetapi secara lebih meluas juga akan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Berikut ini deretan alasan di balik pentingnya kemajuan dan perbaikan infrastruktur yang berkualitas di Kabupaten Lampung Utara yang merujuk pada data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) 2023.
Pertama, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lampung Utara yang masih berada di bawah rata-rata Provinsi Lampung.
Diketahui IPM Kabupaten Lampung Utara nilainya 68,33, sedangkan nilai IPM rata-rata Provinsi Lampung, yaitu 70,45.
IPM Kabupaten Lampung Utara berada di peringkat ke-9 dari 15 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Lampung.
Tentu apabila ada infrastruktur yang baik di Provinsi Lampung, akan ada pula pertumbuhan ekonomi penduduknya yang berujung pada kesejahteraan masyarakat.
Hasil pencapaian nilai IPM ini dapat tergambarkan bagaimana akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan, dan lainnya yang mendorong pada kesejahteraan masyarakatnya.
Kedua, laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Utara yang berada di peringkat 3 terbawah dari 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
Diketahui pada tahun 2022, laju PDRB atas dasar harga konstan di kabupaten Lampung Utara hanya 3,16 persen.
Hasil pencapaian ini masih berada di bawah rata-rata rate PDRB di Provinsi Lampung yang mencapai 4,28 persen.
Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara tetap patut diapresiasi karena keberhasilannya dalam melejitkan ekonomi wilayahnya di tahun 2021 pasca pandemi Covid-19.
Pada tahun 2021, diketahui laju PDRB kabupaten ini mencapai 2,82 berada di atas rata-rata capaian Provinsi Lampung, yakni 2,77 persen.
Ketiga, angka kemiskinan di Kabupaten Lampung Utara masih menyentuh 114,67 ribu jiwa.
Adapun jumlah penduduk Kabupaten Lampung diketahui mencapai 635,13 ribu jiwa.
Melalui hasil tren perkembangan angka kemiskinan yang ada di Kabupaten Lampung Utara, terlihat adanya kemiskinan yang berhasil di tekan pada 2022.
Terbukti, angka kemiskinan di tahun 2021 sebanyak 121,91 ribu berhasil ditekan pada tahun 2022 menjadi 114,67 ribu.
Padahal jumlah penduduk dari tahun 2021 menuju tahun 2022 mengalami pertumbuhan penduduk dari yang semula 634,12 ribu jiwa menjadi 635,13 ribu jiwa.
Diharapkan pada tahun selanjutnya, angka kemiskinan tentu akan semakin bisa dikurangi lagi seiring dengan adanya preservasi jalan dan jembatan yang berkualitas dan terus digalakkan oleh pemerintah.
Perlu diketahui, tak hanya Jembatan Way Rarem di Kabupaten Lampung Utara yang mengalami kerusakan di tahun 2023.
Jembatan di Kecamatan Bunga Mayang juga mengalami kerusakan pada 19 Februari 2023.
Selain itu, jembatan di Kecamatan Kotabumi juga mengalami kerusakan pada 23 Februari 2023.***