Disokong Jepang, Tol Padang Pekanbaru Sepanjang 255 Km Ini Bakal Jadi Solusi Anti Macet: Bentar Lagi Beres!

inNalar.com – Jalan tol Padang Pekanbaru merupakan bagian dari jalan tol trans Sumatra.

Jalan tol Padang Pekanbaru berlokasi di Provinsi Sumatera Barat dan Riau.

Ruas ini melewati Lembah Anai yang merupakan deretan tebing curam yang berada di Padag Panjang dan menyeberang ke Ngarai Sianok, Bukittinggi.

Baca Juga: Makan Biaya Rp1,5 Miliar, Pembangunan Dam di Lombok Tengah Ini Harus Gusur 127 KK: Masih Sebatas Wacana?

Secara keseluruhan ruas tol Padang Pekanbaru ini membentang sepanjang 255 kilometer.

Pembangunan ruas tol Padang Pekanbaru ini terbagi atas 6 seksi pengerjaan.

6 seksi pengerjaan tersebut meliputi seksi 1 Padang Sicincin, seksi 2 Sicincin Bukittinggi, seksi 3 Bukittinggi Payakambuh, seksi 4 Payakumbuh Pangkalan, seksi 5 Pangkalan Bangkinang, dan seksi 6 Bangkinang Pekanbaru.

Baca Juga: Sulitnya Bikin Jakarta-Bekasi Terhubung Jalan Tol: Biaya Bengkak Rp73,8 M hingga Kena Imbas Proyek Lain, Kini..

Kini, kementerian PUPR tengah mengebut proses pengerjaan ruas tol ini.

Dalam pembangunan ruas tol ini juga melibatkan pihak asing yakni Jepang.

Melalui Japan International Coorperation Agency atau JICA, Jepang turut andil dalam upaya pembangunan ruas tol ini.

Baca Juga: Gerak Cerdik Pelindo, Jalan Akses Pelabuhan Ini Akan Terhubung Langsung Dengan 3 Kawasan Industri Jawa Barat

JICA berkontribusi pada salah satu proyek dari enam seksi yang ada yakni tol Payakumbuh Pangkalan.

Tol Payakumbuh Pangkalan merupakan ruas tol yang proses konstruksiyang cukup sulit.

Maka dari itu, tanpa sokongan Jepang, proses konstruksi ruas tol ini bisa tidak beraturan.

Baca Juga: Berkat Pinjaman Jepang Rp4,1 Triliun, Jakarta Utara Punya Jalan Tol Super Unik Dengan Desain Sunyi Senyap

Secara keseluruhan, peran ruas tol ini sangatlah penting dimana berperan mengatasi kemacetan.

Bisa mengatasi kemacetan, tentunya konektivitas antar daerah bisa semakin mudah aksesnya.

Maka dari itu, koridor Pekanbaru-Padang akan terus tumbuh berkembang dengan basis kegiatan industri perkebunan, pertambangan, dan turunannya.

Baca Juga: Habiskan Anggaran Rp1,7 Triliun, Pembangunan Bendungan di Aceh Ini Ternyata Sempat Terhenti, Kok Bisa?

Tak hanya itu, ruas tol ini juga akan mendorong kegiatan pariwisata di kawasan wisata seperti Candi Muara Takus dan kelok Sembilan.

Ruas tol ini diperkirakan akan rampung dan beroperasi secara menyeluruh pada pertengahan tahun ini.***

Rekomendasi