

inNalar.com – Ketetapan dana desa 2024 membuat kampung terpencil di Sulawesi Barat ini menjadi daerah paling beruntung di Kabupaten Majene. Bagaimana bisa?
Tentu bisa! Pasalnya tepat pada tahun ini, kampung yang terletak di perbatasan dua wilayah Sulawesi Barat ini meraih dana desa tertinggi di Kabupaten Majene.
Meski posisinya sering disebut kampung terpencil di Kabupaten Majene, dana desa yang diperoleh daerahnya menembus Rp1,16 miliar lho.
Beberapa tahun belakangan, desa ini mendapatkan perhatian khusus. Kampung ini tengah dipacu untuk bisa mandiri dari segi kekuatan pangannya.
Meski kampung ini luasnya hanya 126,69 kilometer persegi, namun siapa sangka luas lahan sawah produktifnya melega hingga 50 hektare.
Perluasan lahan penghasil pangan di kampung ini menjadi fokus pemerintah desanya sejak tahun 2017.
Sungguh kabar gembira saat mengetahui alokasi dana desa untuk kampung terpencil Sulawesi Barat ini tertinggi se-Kabupaten Majene.
Limpahan berkah pendanaan ini datang melalui 3 jalur alokasi dana, merujuk data RPMK penyaluran dana untuk setiap desa tahun anggaran 2024.
Jalur pendanaan pertama bagi kampung terpencil Majene ini adalah alokasi dasar.
Dikarenakan jumlah penduduk desanya hanya berkisar 501 – 1.500, maka dana desa menurut perhitungan paling dasar besarannya Rp544,6 juta.
Sementara, jika diukur dari penghitungan formulanya kampung terpencil di Kabupaten Majene ini mendapatkan asupan dana desa 2024 sebesar Rp507,3 juta.
Diperhitungkan berdasarkan formula, maksudnya adalah pertimbangan nominalnya sudah memikirkan seberapa luas wilayahnya.
Sebagai informasi, kampung terpencil yang paling beruntung ini memang memiliki wilayah terluas di Kecamatan Ulumanda.
Kemudian, diperhitungkan pula bobot total penduduk di desanya yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Selain itu, alokasi dana desa formula mempertimbangkan tingkat kesulitan geografisnya.
Apabila melihat seberapa jauh aksesnya menuju ibukota Kecamatan Ulumanda, butuh jarak tempuh sejauh 33 kilometer dari desa ini.
Bahkan, butuh 131 kilometer lagi daru kampung ini menuju ibukota kabupatennya.
Sehingga meski menjadi kampung paling beruntung di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, desa bernama Popenga ini rupanya tergolong desa sangat tertinggal.
Statusnya terungkap dari adanya alokasi dana afirmasi yang digelontorkan Pemerintah RI sebesar Rp104,3 juta.
Tidak dipungkiri kampung ini selalu berbenah memperbaiki desanya agar siap keluar dari bayang-bayang desa tertinggal.
Terungkap dalam data BPS 2023, jalan di pedesaan Popenga masih belum diperkeras alias tanah.
Berbeda halnya dengan kampung tetangganya seperti Sambabo, Salutambung, Kabiraan, dan Sulai yang jalan desanya sudah teraspal beton.
Hal yang menjadi sorotan selanjutnya adalah kekuatan sinyal internet Popenga adalah yang terlemah di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Bahkan data BPS 2023 mencatat bahwa kampung Popenga dan Sambabo tidak memiliki sinyal internet.
Sementara disebutkan bahwa Desa Tandeallo dan Ulumanda masih memiliki sinyal 4G/LTE tetapi lemah.
Alokasi dana desa 2024 untuk kampung terpencil di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat diharapkan menjadi babak keberuntungan baru bagi daerahnya.
Bukan tidak mungkin jika alokasi dana dikelola secara maksimal dan optimal, Popenga dapat keluar dari statusnya sebagai desa sangat tertinggal.***