

inNalar.com – PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) selaku perusahaan pemegang izin panas bumi ini terus menggarap Proyek Geothermal di area Wilayah Kerja (WK) Sumatera Selatan.
Wilayah eksplorasi dan eksploitasi panas bumi ini meliputi tiga WK yang meliputi Kabupaten Muara Enim dan Lahat, serta Kota Pagar Alam
Perlu diketahui, Badan Geologi mencatat setidaknya hingga Desember 2019, potensi energi panas bumi yang ada di Sumatera Selatan mencapai 964 MW.
Seolah tidak ingin menyia-nyiakan potensi energi panas bumi di wilayah tersebut, proyek ini pun beriringan dengan pembangunan PLTP Rantau Dedap.
Sehingga harapan mulianya, perusahaan ini mampu mengoptimalkan potensi energi itu untuk menyalurkan listrik ke lebih dari 130 ribu rumah.
Dengan besarnya manfaat yang dihasilkan, total biaya investasi yang dibutuhkan pun mencapai 700 juta USD.
Apabila dirupiahkan dengan kurs dollar AS terkini, yakni Rp15.530,05, maka nilainya setara dengan Rp10,87 miliar.
Adapun SERD telah mendapat guyuran pinjaman dana dari lima bank global sekaligus dengan total kumpulan dana yang diraih sebesar 540 juta USD atau setara Rp8,39 miliar.
Kelima bank yang menyokong dana untuk proyek panas bumi ini meliputi Asian Development Bank (ADB) dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC).
Selain itu, dukungan investasi juga datang dari Nippon Export and Investment Insurance(NEXI) dan tiga bank komersial internasional yang berbasis di Jepang.
Ketiga bank yang dimaksud terdiri dari Mizuho Bank, Ltd., Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation.
Setelah SERD telah menuntaskan eksplorasi panas bumi pada 2010 – 2018, Kementerian ESDM akhirnya memberikan izin eksploitasi WK Sumatera Selatan.
Melansir dari Kementerian ESDM, kegiatan eksploitasinya meliputi pengeboran 16 sumur yang diiringi dengan konstruksi PLTP Rantau Dedap Tahap I berkapasitas 86 MW.
Dalam proses pengerjaannya, SERD menyadari bahwa untuk mengembangkan lapangan geothermal ini, tidak cukup hanya memiliki pengetahuan geologis saja.
Bukan pula hanya membangun hubungan baik dengan pihak-pihak yang berkepentingan, tetapi juga perlu menggandeng para empunya kemampuan khusus dalam processing-nya.
Baca Juga: Gandeng KAI Bangun Fasilitas Angkutan Batu Bara, Laba PT Bukit Asam Tbk Terjun Bebas, Pendapatannya…
Perusahaan yang dinilai memiliki teknologi yang handal dalam operasi dan pemeliharaannya, serta memiliki akses ke lembaga keuangan yang kredibel dan baik reputasinya.
Oleh karena itu, para perusahaan yang terlibat dalam proyek ini selain SERD adalah Marubeni Corporation dan Tohoku Electric Power.
Inpex Corporation pun turut bergabung dalam kemitraan Proyek Geothermal SERD pada tahun 2022 usai menggantikan posisi Engie asal Perancis.***