

inNalar.com – Dikabarkan bahwasannya progam Semarang Urban Flood Resilience akan kembali dilanjutkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Diketahui progam tahan banjir perkotaan yang dilakukan di Semarang merupakan progam kerjasama Indonesia dengan Belanda.
Penyelenggaraan progam tersebut dimulai dengan Joint Steering Commite Meeting (JSC) on Water Indonesia – Belanda 2023 pada bulan September tahun lalu.
Pada rangkaian JSC 2023 tersebut, Direktur Jenderal Air dan Tanah beserta Kementerian Infrastuktur dan Manajemen Air Belanda melakukan kegiatan tinjauan lapangan.
Dalam peninjauan tersebut, Dirjen Air dan Tanah beserta Kementerian Infrastuktur dan Manajemen Air Belanda didampingi oleh Perekayasa Ahli Utama Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan.
Adapun tujuan dari proyek ketahanan banjir Perkotaan Semarang adalah untuk mengurangi kejadian dan frekuensi banjir yang terjadi akibat adanya hujan dan kenaikan muka air laut.
Baca Juga: Link Live Streaming Inter Milan vs Hellas Verona di Liga Italia 2023-2024, Mulai Pukul 18.30 WIB
Peninjauan di progam Urban Flood Resilience Semarang dilaksana di beberapa rumah pompa.
Diantaranya adalah di Rumah Pompa Kartini, Rumah Pompa Kandang Kebo, serta Rumah Pompa Lanal Sungai Kali Baru.
Rencananya, proyek ketahanan banjir perkotaan di Semarang dilaksanakan pada kuartal tahun 2021 hingga tahun 2025.
Sebelumnya, diketahui Pemerintah Kota Semarang telah mengajukan permohonan bantuan kepada Kementerian PUPR terkait proyek tahan banjir itu.
Untuk mendukung rencana tersebut, akhirnya Pemerintah Kota Semarang mengajukan proposal dana hibah kepada Kerjaan Belanda dengan skema Develop2Build (D2B).
Setelah mencapai kesepakatan, akhirnya Kerajaan Belanda membiayai lanjutan proyek ini dengan biaya senilai 1 juta EUR.
Proyek Ketahanan Banjir Perkotaan di Semarang merupakan sebuah implementasi dari kesepakatan hibah yang telah ditandatangani pada tahun 2022 lalu.
Adapun dana hibah yang didanai oleh Kerjaan Belanda untuk progam Urban Flood Resilience tersebut berlaku efektif hingga tahun 2024.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, Proyek Urban Flood Resilience in Semarang City merupakan wujud komitmen Pemkot Semarang dalam menyelesaikan permasalahan dan tantangan di bidang sumber daya air.***