Disindir Deddy Corbuzier soal Gaya Ceramahnya yang Sering Menyasar Umat Kristen, Ini Janji Ustadz Yahya Waloni


inNalar.com – Deddy Cobuzier seperti biasa selalu mengundang orang istimewa untuk berbicara apa saja di podcast pribadinya.

Kali ini dirinya mengundang Ustadz Yahya Waloni, yang mana baru saja keluar dari penjara karena sebuah kasus.

Deddy Corbuzier mengaku bahwa dahulu ketika ingin menyimak ceramah sang ustadz, dirinya merasa seram karena kerasnya.

Baca Juga: Yeonjun TXT atau Choi Yeonjun Positif Virus Covid-19, Begini Kondisinya Terkini

Ayah dari Azka itu pun langsung bertanya, apakah Ustadz Yahya Waloni tetap akan bergaya ceramah sama dengan sebelumnya?.

Sang Ustadz pun menjawab tidak mungkin dirinya akan berceramah dengan gaya sama, harus berhati-hati sehingga tak terkontaminasi.

“Oh tidak, tidak,” jawab Yahya Waloni seperti dikutip inNalar.com dari video yang diunggah di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Rabu, 16 Februari 2022.

Baca Juga: Cara Mengurus BPKB Hilang, Ini Syarat dan Biaya yang Harus Dikeluarkan

“Saya akan membantu masyarakat ini, supaya kita tidak terkontaminasi dengan berbagai dinamika politik yang terjadi,” lanjutnya lagi.

Ustadz Yahya Waloni berkomitmen akan berhenti melakukan cara-cara mengadu domba atau protes yang tidak santun.

Mendengar jawaban itu Deddy Corbuzier lalu bertanya, apakah ada pihak yang mendesak sang ustadz untuk berbuat demikian?

Baca Juga: 10 Kitchen Hacks yang Bikin Aktivitas Memasakmu Makin Cepat, Kreatif dan Efisien

Ustadz Yahya Waloni menjawab bahwa tidak ada desakan pihak manapun dengan sikapnya, tetapi karena dirinya menyadari kesalahan.

Dirinya mengungkapkan bahwa wilayah Indonesia itu luas, dan memiliki berbagai macam etika dan tata krama berbeda.

Ustadz Yahya Waloni lalu memberkan misal, bahwa di Manado ada kebiasaan bila terdapat orang gondrong disebut sesuatu.

Baca Juga: Sebelum Memasuki Ramadhan 2022 , Ini Penjelasan Buya Yahya Terkait Imsak yang Muslim Wajib Tahu

“Di Indonesia artinya Pulau Jawa tidak bisa, bumi dipijak disitu langit dijunjung, nah ini yang saya keliru besar sekali,” ungkap ustadz yang juga mualaf tersebut.

Ustadz Yahya Waloni mengaku dirinya sadar dengan merenung, dan mendapatkan inspirasi untuk berubah tanpa melalui siapapun.

Hanya saja ketika di penjara, dirinya merasa tidak mungkin tetap sama dengan gaya lamanya sebab yang banyak membantunya di sana adalah orang non muslim.***

 

Rekomendasi