

inNalar.com – Menjadi provinsi muda, Kalimantan Utara ternyata mengembangkan desa-desanya untuk dijadikan tempat wisata.
Hal ini dilakukan tidak hanya untuk mendongkrak perekonomian daerah, namun juga mensejahterakan masyarakatnya.
Salah satu desa wisata yang patut untuk dikunjungi saat berlibur ke Kalimantan Utara adalah desa Pulau Sapi.
Baca Juga: Sudah Berusia 10 Tahun, Pemekaran Daerah Kalimantan Utara Ternyata Masih Terkendala, Apa Alasannya?
Dilansir inNalar.com dari laman resmi Pulau Sapi, penamaan desa ini diambil karena dulu ditemukan banyak sekali bangkai sapi.
Meski dinamai Pulau Sapi, namun desa wisata yang terletak di Kecamatan Mentarang, dengan jarak 15 menit dari Malinau ini ternyata menjadi rumah bagi suku Dayak Lundayeh.
Suku Dayak Lundayeh sendiri mayoritas memeluk agama Kristen, sehingga terdapat Gereja Kemah Injil Indonesia yang berjarak 100m dari Rumah Adat Lundayeh di desa tersebut.
Sebagai desa wisata, Pulau Sapi menawarkan berbagai potensi wisata alam seperti air panas semolon, menyusuri Sungai Gita, dan juga berkemah.
Selain itu, masyarakat Dayak Lundayeh dikenal sebagai suku yang kreatif, sehingga berpotensi meningkatkan ekonomi daerah dari kesenian, budaya, hingga kuliner.
Produk kesenian yang dijual di desa ini pun bermacam-macam, seperti anyaman dan memiliki sentra pembuatan batik sendiri.
Batik di Desa Pulau Sapi dinamakan batik Malinau, di mana harga terendah dijual dengan harga sebesar 250 ribu Rupiah.
Kuliner yang ditawarkan pun bisa dinikmati para wisatawan saat kegiatan Festival Seni dan Budaya yang biasa diselenggarakan untuk menyambut tamu.
Salah satu kuliner andalan di desa ini yaitu Sup Ikan Patin dan Pelian, di mana ikan bisa disajikan dengan cara digoreng.
Desa ini juga memiliki tata kelola pemerintahan baik, aman, bersih, indah, dan ramah di mana sebagian besar penduduknya bergerak di usaha pertanian.
Sehingga, tidak salah bila desa ini menjadi Pusat Pertanian Rakyat Sejahtera dengan konsep agrowisata pertanian.
Desa ini juga sering kali mendapatkan berbagai prestasi dan penghargaan di mana salah satunya menjadi desa wisata Indonesia terbaik pada tahun 2021.
Desa ini menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia agar dapat mengembangkan UMKM mereka untuk meningkatkan perekonomian daerah.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi