

inNalar.com – PLBN Entikong terletak di Jl. Lintas Malindo yang ada di kecamatan Entikong, kabupaten Sanggau, provinsi Kalimantan Barat.
PLBN atau Pos Lintas Batas Negara merupakan jalur lintas perbatasan Indonesia dengan negara tetangga.
Sejak tahun 2015 hingga saat ini, pemerintah Indonesia telah menyelesaikan 13 proyek pembangunan PLBN.
Ada 2 proyek PLBN lainnya yang masih progres, 2 lainnya belum dilaksanakan, dan tersisa 1 proyek yang tidak jadi dibangun karena kendala akses menuju lokasi.
Dilansir inNalar.com dari salah satu video YouTube yang diunggah oleh akun Info Pagi, berikut fakta pos perbatasan Entikong.
Luput dari Perhatian Pemerintah
Sebelum PLBN Entikong dibangun kembali pada tahun 2015, kawasan ini luput dari perhatian pemerintah.
Wilayah yang seharusnya menjadi wajah terdepan Indonesia di mata negara asing, justru tampak kumuh dan tak terawat.
Bangunan yang sederhana dan dinilai ‘seadanya’, menjadikan PLBN Entikong disebut warga mirip ‘kandang ayam’.
Pos perbatasan di Kalimantan Barat ini juga sering dilirik dan diejek oleh negara tetangga, Malaysia.
Tak hanya itu, jalanan menuju pos jalur Entikong juga belum memadai dan belum diaspal.
Dibangun Kembali Selama 16 Bulan
Pada tahun 2015, tepatnya tanggal 11 Agustus, pemerintah mulai melaksanakan proyek pembangunan kembali PLBN Entikong.
Total anggaran yang dipatok pemerintah khusus untuk pembangunan jalan di Kalimantan adalah 2 triliun.
Sedangkan, untuk PLBN Entikong sendiri, berdasarkan keterangan dari website resmi PUPR, anggaran totalnya mencapai Rp305 miliar.
Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai pembangunan zona inti meliputi bangunan utama, pos lintas pemeriksaan kendaraan, monumen, dan lain-lain.
Proyek pembangunan PLBN Entikong dikembangkan oleh perusahaan kontraktor lokal, PT Wijaya Karya (Persero), dan PT Amsecon Berlian Sejahtera.
Luas keseluruhan lahan di pos perbatasan ini adalah 8 hektar dengan luas bangunan hampir mencapai 20 ribu meter persegi.
Pembangunan kembali PLBN Entikong di Kalimantan Barat ini selesai pada tanggal 15 Desember 2016.
Menjadi Jalur Favorit
Warga yang dulunya menyebut gaya bangunan PLBN Entikong mirip kandang ayam, kini berbalik 360 derajat.
Bahkan, pejabat Malaysia beberapa kali mengunjungi pos perbatasan ini untuk melihat-lihat.
PLBN Entikong, kini tampak mencolok dan lebih mewah dibandingkan pos jalur lintas milik Malaysia yang hanya berjarak selemparan batu.
Mengadopsi Kekayaan Nusantara
Tak hanya modern, ornamen dan bentuk PLBN Entikong diadopsi dari kekayaan budaya Nusantara khas Kalimantan Barat.
Jika dilihat lebih teliti, bagian depan pos perbatasan ini mirip bentuk perisai suku Dayak.
Redaksi inNalar.com mengutip komentar warganet dalam video yang diunggah oleh akun Info Pagi tersebut.
“Dari tahun 2005 kerja di Brunei dan selalu mudik lewat Entikong setahun sekali, baru di jaman pak Jokowi saya merasa bangga jadi orang Indonesia,” tulis akun @mzmbalongmbalong8270.
Ada juga komentar lucu warganet yang mengungkit-ungkit PLBN Entikong dulunya mirip kandang ayam.
“Saya bangga jadi orang Indonesia, dulu kandang ayam, sekarang kandang sultan, salam NKRI,” tulis akun @pakalit5566. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi