

inNalar.com – Di Jawa Timur terdapat jalur pendakian paling ekstrem di Pulau Jawa.
Bahkan, jalur pendakian di Jawa Timur ini dijuluki dengan jembatan shiratal Mustaqim.
Jalur pendakian terekstrem ini berada di jalur pendakian Gunung Raung, Jawa Timur.
Jalur pendakian ini disebut sangat ekstrem karena hanya terdiri dari jalan setapak yang diapit oleh jurang samping kiri dan kanan.
Dilansir dari salah satu twitter seorang pendaki @mountnesia yang mengatakan bahwa jalur pendakian paling ekstrem di Pulau Jawa adalah pendakian Gunung Raung.
Sebagai informasi, Gunung Raung merupakan gunung berapi kerucut yang terletak di 3 wilayah di Jawa Timur.
3 wilayah di Jawa Timur tersebut terdiri dari Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Jember.
Secara geografis, Gunung Raung ini berlokasi di dalam kawasan komplekas pegunungan Ijen.
Puncak Gunung Raung sendiri memiliki ketinggian mencapai 3.344 mdpl.
Baca Juga: Tidak Miliki Daratan, Kampung di Kalimantan Timur Ini Pilih Bangun Rumah di Atas Air
Waktu yang tepat untuk mendaki Gunung Raung ini adalah di antara bulan Mei dan Juni.
Berbeda dengan beberapa gunung lainnya seperti Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, dan Gunung Prau yang biasanya waktu yang tepat untuk mendaki adalah bulang Maret hingga bulan September.
Waktu normal untuk mendaki di Gunung Raung ini sekitar 4 hari dan kalian dapat melihat keindahan Gunung Ijen, Gunung Agung, dan Gunung Argopuro dari puncak Gunung Raung.
Meskipun jalur pendakian di Gunung Raung ini sangat ekstrem, tetapi selama pendakian kalian disuguhi dengan pemandangan yang sangat indah.
Untuk kalian yang mendaki Gunung Raung ini dapat mendirikan tenda di beberapa basecamp yakni Wonorejo, Tretes, Kalibaru Wetan, Kabupaten Banyuwangi, dan Kecamatan Kalibaru.
Tak hanya terdapat spot-spot pendakian, di Gunung Raung juga terdapat beberapa wisata alam seperti Air Terjun Selengdang Alam, Air Terjun Lereng Raung, dan Air Terjun Telunjuk Raung.