

inNalar.com – Pembangunan infrastruktur jembatan di Indonesia tidak berhenti mengingat negara ini terus menerus mengembangkan keseimbangan ekonomi di berbagai daerahnya.
Salah satunya adalah pembangunan jembatan yang dinilai menjadi salah satu infrastruktur penting bagi Kalimantan Timur.
Menghabiskan biaya yang tidak sedikit, jembatan ini menjadi jalur angkutan logistik yang berpusat di Pulau Kalimantan.
Selain itu, infrastruktur karya anak bangsa ini dinilai menjadi jembatan dengan dek beton terpanjang se-Indonesia.
Dilansir inNalar.com dari laman resmi Kementrian PUPR, jembatan tersebut adalah jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dengan Penajam Paser Utara.
Jembatan ini memiliki panjang 804 meter dengan lebar 22,4 meter yang dilengkapi oleh trotoar sehingga mencangkup 4 jalur.
Jembatan Pulau Balang merupakan hasil kerjasama antara Kementerian PUPR dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Penajam Paser.
Sedangkan, pelaksana konstruksi dibuat oleh PT Hutama Karya bersama PT Adhi Karya dan PT Bangun Cipta dengan desain cable stayed bridge.
Dua tiang jembatan penyangga kabel atau pylon setinggi 116 meter, berfungsi sebagai penyangga kabel-kabel, dan sebanyak 144 tiang pancang dibuat untuk menopang struktur jembatan.
Desain cable stayed bridge inilah yang menjadikan bangunan ini sebagai jembatan kabel dengan dek beton terpanjang di Indonesia.
Selain itu, jembatan ini memiliki teknologi canggih sebagai pemantau kesehatan struktur yang bernama Structural Health Monitoring System.
Pembangunannya memberikan dukungan penting untuk menjadi akses utama menuju IKN serta menghubungkan jaringan jalan poros selatan Kalimantan.
Sebelum adanya jembatan ini, perjalanan dari Balikpapan ke Penajam Paser Utara memakan waktu sekitar 4 jam.
Kini, jarak yang ditempuh akan menjadi lebih pendek berkisar 30 kilometer dan hanya memerlukan waktu sekitar satu jam.
Diharapkan, jembatan ini dapat membantu dalam mendongkrak perekonomian Kalimantan Timur dan juga Pulau Borneo secara keseluruhan.***