

inNalar.com – Pelabuhan internasional Kijing, yang terletak di Menpawa Kalimantan Barat semakin mencatat prestasi gemilangnya pada semester pertama tahun 2023.
Pelabuhan Internasional Kijing merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia dan menjadi yang paling Besar di Kalimantan Barat.
Pelabuhan Kijing memiliki kedalaman dermaga sektar 15 meter dengan panjang dermaga 5 km.
Baca Juga: Viral! Warga Hancurkan Jembatan Cuma Gara-Gara Truk Pengangkut Parade Sound System Tidak Bisa Lewat
Sejak diresmikan Pelabuhan Kijing sudah menampung sebanyak 29 kapal atau tongkang telah bersandar di pelabuhan ini untuk melakukan aktivitas bongkar muat, baik untuk perdagangan dalam negeri maupun luar negeri.
Pelindo Regional 2, yang merupakan operator pelabuhan internasional Kijing, dengan bangga mencatat pencapaian ini.
General Manager Pelindo Regional 2, Pontianak, Hambar Wiyadi, menjelaskan bahwa berdasarkan jenis angkutan, dominasi diperoleh oleh tongkang curah cair, yang menyumbang sebanyak 60,3% atau setara dengan 126 unit.
Selain itu, terdapat pula kapal curah cair sebanyak 23,4% atau 49 unit, kapal general cargo sebanyak 8,6% atau 18 unit, dan kapal curah kering sebanyak 7,7% atau 16 unit.
Pelabuhan Kijing telah menjadi bagian penting dalam rantai perdagangan, terutama untuk aktivitas ekspor.
Hambar Wiyadi, salah satu perwakilan Pelindo Regional 2, menjelaskan bahwa sejak diresmikan pada tahun 2022, pelabuhan Kijing telah menangani sekitar 1.297 juta ton muatan.
Baca Juga: Putri Ariani Lagi-lagi Mendapat 4 Standing Ovation di AGT 2023, Bagaimana Kriteria Penilaiannya?
Hingga Mei 2023, pelabuhan ini telah melakukan pengiriman ke 10 negara berbeda, antara lain China, Bangladesh, India, Korea Selatan, Pakistan, Vietnam, Filipina, Thailand, Singapura, dan Malaysia.
Manajer Pelindo Regional 2 Pontianak, Hambar Wiyadi, sangat optimis dengan potensi pelabuhan Kijing.
Dengan semakin meningkatnya aktivitas di pelabuhan ini, diharapkan peningkatan infrastruktur dan penataan kawasan pelabuhan akan menjadi langkah penting untuk memaksimalkan potensi ekonomi di wilayah ini.
Kegiatan ekspor melalui pelabuhan Kijing bukan hanya memberikan manfaat ekonomi bagi daerah setempat, tetapi juga memperkuat konektivitas perdagangan Indonesia dengan negara-negara lain.
Pelabuhan Kijing membuktikan dirinya sebagai salah satu aset penting dalam menggerakkan perekonomian Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekspor yang berkelanjutan.
Semoga prestasi gemilang ini terus berlanjut dan membawa manfaat lebih besar bagi masyarakat dan negara.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi