

inNalar.com – Mega proyek pembangunan Bendungan Cipanas di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat akan diresmikan pada September 2023.
Menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional di tahun 2017, bendungan ini menghabiskan biaya 2 triliun Rupiah.
Diketahui, proses konstruksi sudah hampir selesai dengan presentase 90 persen dan mulai digenangi air.
Baca Juga: Fenomena Masjid Berlapis Emas di Madura, Penduduknya Ada yang Berpenghasilan 30 Juta per Bulan
Menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia, Bendungan Cipanas direncanakan menjadi bendungan multifungsi yang dapat memenuhi kebutuhan air dengan kapasitas sebesar 850 liter per detik.
Selain itu, bendungan ini juga berpotensi menjadi sumber pembangkit listrik dan juga destinasi wisata di Kota Sumedang.
Dengan volume total 250,81 juta m3 dan tinggi 326 meter, bendungan ini terdiri dari urugan batu inti tegak dan dilengkapi dengan terowongan saluran pengelak sepanjang 452 meter.
Baca Juga: Kemegahan ‘Hagia Sophia’-nya Malang, Masjid yang Habiskan 8,5 Miliar saat Pembangunan
Sumber air untuk bendungan ini sendiri berasal dari Sungai Cipanas, yang termasuk dalam Wilayah Sungai Cimanuk sampai Cisanggarung.
Pembangunan Bendungan Cipanas dilakukan dalam tiga paket konstruksi. Paket 1 melibatkan PT. Wijaya Karya dan PT. Jaya Konstruksi KSO untuk pembangunan tubuh bendungan.
Paket 2 dikerjakan oleh PT. Brantas Abipraya (Persero) untuk pembangunan infrastruktur pendukung.
Sedangkan, paket 3 melibatkan PT. Wijaya Karya dan PT. Jaya Konstruksi KSO untuk peningkatan tubuh bendungan, dengan total biaya konstruksi mencapai Rp1.8 triliun.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, yang juga Ketua Tim Kunjungan Kerja (Kunker), memberikan apresiasi terhadap percepatan pembangunan Bendungan Cipanas.
Dirinya berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu untuk segera memberikan manfaat bagi petani sebagai jaringan irigasi.
Bupati Indramayu, Nina Agustina, juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PUPR atas pembangunan bendungan ini.
Dengan dibangunnya Bendungan Cipanas, daerah pertanian tadah hujan di beberapa kecamatan seperti Cikedung, Terisi, dan Losarang dapat teririgasi dengan baik.
Mempertimbangkan curah hujan yang ada, diharapkan peresmian bendungan bisa dilakukan pada akhir Agustus 2023 dan level air di dalam sudah tinggi pada Oktober 2023.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi