Diresmikan pada 1994, Taman Purbakala di Palembang Ini Dipenuhi Peninggalan Kerajaan Terbesar se-Asia Tenggara

inNalar.com – Berbicara mengenai peninggalan sejarah di Palembang memang tidak ada habisnya.

Sumatera Selatan, khususnya Palembang memiliki jejak panjang kemasyhuran Nusantara di masa silam dari kerajaan besar yang ada di sana.

Maka dari itu, terdapat sebuah taman pubakala yang menjadi salah satu objek wisata edukasi yang diresmikan sejak tahun 1994.

Baca Juga: Penjualan PTFI Capai 4,06 Miliar Pon Tembaga, Ternyata Freeport Indonesia Sumbang Pendapatan Perusahaan Induk Paling Jumbo, Segini Cuannya

Objek wisata tersebut dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama Taman Pubakala Kerjaaan Sriwijaya.

Sebelumnya, objek wisata ini dikenal dengan nama Situs Karanganyar.

Lokasinya berada di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

Baca Juga: Ditargetkan Mulai Pembangunan pada 2024, Proyek Pelabuhan di Banyuasin Sumsel Ini Tak Akan Senggol Dana APBN dan APBD?

Tempat wisata ini terletak di tepi utara Sungai Musi di Kota Palembang.

Di tempat wisata ini, wisatawan bisa melihat sejumlah peninggalan Kerajaah Sriwijaya yang pada masanya menjadi kerajaan Budha terbesar di Asia Tenggara.

Dilansir inNalar.com dari giwang.sumselprov.go.id, ditemukan jaringan kanal, parit dan kolam yang disusun rapi dan teratur yang memastikan bahwa kawasan ini adalah buatan manusia.

Baca Juga: Jumlah Laba Anjlok, PT Merdeka Copper Gold Tbk Guyur Anak Usahanya dengan Cuan Senilai Rp1,55 Triliun

Sehingga dari beberapa penemuan tersebut membuat asumsi bahwa pusat kerajaan Sriwijaya di Palembang terletak di situs ini.

Di kawasan ini ditemukan banyak peninggalan purbakala yang menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat permukiman dan pusat aktivitas manusia. Mulai dari prasasti, artefak, hingga puing-puing bekas peradaban.

Beberapa barang yang ditemukan di situs ini berasal dari Dinasti Qing, Yuan, Tang, dan Song dari Tiongkok.

Baca Juga: Kuras Anggaran hingga Rp152 Miliar, Proyek Flyover di Palembang Ini Dikeluhkan oleh Masyarakat Sekitar, Apa Masalahnya?

Didalam taman ini juga bisa ditemukan sebuah museum yang dikenal dengan nama Museum Sriwijaya.

Museum tersebut mengangkat tema tentang kerajaan Sriwijaya yang memamerkan berbagai koleksi peninggalan Sriwijaya.

Koleksi tersebut terbagi menjadi dua jenis yakni Arkeologi dan Keramologika.

Baca Juga: Proyek Rp1,39 Miliar Molor, Pengerjaan Jalan Pelosok Tamansari di Kab Bogor Jawa Barat Malah Tertutup Longsor Akibat Mangkrak, Nasibnya…

Penaataan koleksi tersebut dipamerkan sesuai urutan kronologis yakni masa Pra Sriwijaya, Sriwijaya, dan Pasca Sriwijaya.

Koleksi khas museum ini adalah arsitektur Candi Bumiayu yang khas dengan budaya agama Hindu.

Sebagian besarnya, koleksi mueseum ini menampilkan buaya agama Budha.

Untuk masuk ke tempat wisata ini, kalian hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp5.000 per orang dan memiliki jam buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]