

inNalar.com – Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia dan memiliki ibukota Pontianak.
Kaya akan budaya, Kalimantan Barat masih memiliki keunikan adat yaitu tradisi Gawai Makai Taun dari suku Dayak.
Gawai Makai Taun adalah tradisi yang selalu dilaksanakan setiap tahun sebagai rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh selama setahun.
Selain itu, Gawai Makai Taun juga merupakan tradisi sebagai rasa harap agar pada tahun selanjutnya agar diberikan hasil panen yang melimpah.
Baca Juga: Luasnya Lebih dari 100.000 Hektar, Danau Terbesar di Kalimantan Barat Ini Munculnya Musiman
Tradisi ini umumnya dilakukan oleh suku Dayak yang ada di Kalimantan Barat.
Tradisi Gawai Makai Taun biasanya dilakukan pada bulan Mei atau bulan Juni.
Sebelum upacara Gawai Makai Taun berlangsung, biasanya ada adat istiadat yang harus dilakukan terlebih dahulu.
Adat istiadat tersebut salah satunya adalah ‘Ngampar Bide’ atau menggelar tikar.
Baca Juga: Panjangnya Lebih dari 1.000 KM, Sungai Terpanjang di Indonesia Ternyata Ada di Kalimantan Barat
Selain ‘Ngampar Bide’, juga dilakukan rangkaian acara yang disebut ‘Ngemapas’ yang bertujuan agar acara Gawa Makai Taun tidak diganggu oleh roh-roh jahat.
Juga ada prosesi ‘Niri Kembung’ yang dilakukan pada waktu subuh.
Masyarakat suku Dayak juga menyiapkan makanan dan minuman tradisional yang nantinya akan dihidangkan pada saat Gawai Makai Taun berlangsung.
Makanan-makanan tersebut antara lain adalah pulut, rendai, tumpe, dan kembang goyang.
Sedangkan minuman yang disajikan biasanya adalah air tuak.
Upacara adat ini biasanya dilakukan di Rumah Betang Panjang, rumah khas suku Dayak.
Sebagaimana diketahui bawa di seluruh wilayahnya, Kalimantan Barat dihuni oleh berbagai suku yang berbeda-beda.
Tiap-tiap suku tersebut tentunya memiliki budaya dan keunikannya masing-masing.
Baca Juga: Mengunjungi Wisata Unik ke Desa Osing Banyuwangi, Kamu Bisa Mempelajari Ragam Budaya Disini!
Hal itu membuat Kalimantan Barat menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyaknya adat dan tradisi yang beragam.***