Dipugar Hingga Rp17,7 Miliar, Inilah Perjalanan Rehabilitasi Jembatan Termegah Palembang di Sumatera Selatan

inNalar.com – Warga Palembang patut berbangga, Jembatan Ampera yang berada di Sumatera Selatan ini dapat dikatakan sebagai salah satu penanda awal kemajuan infrastruktur Indonesia.

Pasalnya, sudah sejak tahun 1965, Jembatan Ampera di Sumatera Selatan ini berhasil menghubungkan dua daratan Palembang yang terbelah oleh Sungai Musi yang lebarnya sekitar 200 meter.

Kemajuan infrastruktur di Kota Palembang, Sumatera Selatan ini juga meliputi desain Jembatan Ampera yang menggunakan teknologi canggih pada masanya.

Diketahui desain Jembatan ikoniknya Palembang ini memiliki bentang bagian tengahnya yang dapat diangkat secara otomatis agar kapal besar dapat melintasi Sungai Musi.

Baca Juga: Baru Diresmikan! Provinsi Sumatera Selatan Miliki Ikon Kesehatan Baru Berupa Rumah Sakit Senilai Rp 50 Miliar

Namun di balik kemegahan Jembatan Ampera yang dapat kita lihat hingga kini, ternyata tetap ada upaya dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam memelihara keutuhan infrastruktur ikonik Kota Palembang ini.

Untuk mempertahankan kemegahan Jembatan Ampera ini pun tidak lepas dari adanya perjuangan rehabilitasi secara berkala.

Setelah jembatan sepanjang 1.117 meter ini diresmikan oleh Gubernur Sumatera Selatan, yakni Brigjen Abu Jazid Bustomi, pada tanggal 12 November 1965.

Jembatan Ampera mulai melalui beberapa kali upaya rehabilitasi karena mengalami kerusakan di beberapa bagiannya.

Pada tahun 1974, bagian tengah jembatan yang dapat naik-turun secara otomatis ini mengalami kerusakan.

Baca Juga: Pinjam Dana hingga Rp 479 M, Pembangunan Jalan Poros di Sumatera Selatan Telah Rampung Lebih dari 10 Jalan

Selain itu, bagian bawah Jembatan Ampera, tepatnya pada bagian piers yang berfungsi sebagai penopang jembatan dan fondasinya (footings) juga mengalami kerusakan.

Oleh karena itu, pada tahun 1988, rehabilitasi pada bagian atas dan bawah jembatan ikoniknya Palembang ini pun dilakukan dengan pembiayaan OCEF Loan.

Akhirnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Departemen Pekerjaan Umum kala itu berupaya melakukan rehabilitasi yang meliputi perbaikan retakan pada beton jembatan dan menambal serta mengganti beton yang sudah lapuk.

Selain itu, menambahkan striger agar tumpuan untuk menopang beban kendaraan semakin kuat, memperbaiki handrailing yang sudah keropos.

Baca Juga: Kapasitasnya 2 Ton, Jembatan Gantung Penghubung Dua Desa di Kalimantan Timur Resmi Beroperasi, Biayanya…

Selanjutnya, melakukan perbaikan pada trotoar jembatan Ampera dan lampu penerangan di sepanjang jalannya, serta perbaikan bagian bawah jembatan.

Merujuk pada data dari Departemen Pekerjaan Umum tahun 1991, detail realisasi dana rehabilitasi Jembatan Ampera meliputi tiga komponen.

Tiga komponen pembiayaan rehabilitasi Jembatan termegah di Sumatera Selatan ini, yaitu realisasi pembiayaan civil works sebesar Rp 5.883.012.805,-, biaya supervisi Rp 1.099.709.000,-, dan desain Rp 462.890.000,- .

Pada tahun 2018, rehabilitasi Jembatan ikonik Palembang juga kembali dilakukan hingga menelan nilai kontrak sebesar Rp 17,7 miliar.

Adapun bagian Jembatan Ampera yang diperbaiki adalah atap pylon, penguatan struktur lantai, pengecatan ulang rangka jembatannya.

Selain itu, pagar jembatannya dipertinggi dan ada penataan ulang untuk memperindah kawasan di sepanjang infrastruktur megah ini.

Baca Juga: Alokasikan Rp12,2 M, Jembatan Gantung Penghubung Dua Desa Ini Diklaim Jadi yang Terpanjang se-Kalimantan Timur

Penataan tersebut meliputi penambahan tempat sampah, kursi, lampu taman, trotoar, hingga pasang jam analog berdiameter 5,5 meter agar semakin cantik.

Itulah perjalanan rehabilitasi Jembatan Ampera di Palembang yang tidak lepas dari adanya berbagai upaya kemajuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Sebagai informasi, jembatan ini sempat gonta-ganti warna. Pada mulanya berwarna abu-abu, kemudian diganti menjadi warna kuning pada tahun 1992.

Namun pada tahun 2022 dicat kembali dengan warna merah dan pemilihan warna tersebut dipertahankan hingga sekarang.***

Rekomendasi