Diproyeksikan Kokoh Anti Bencana, Rekonstruksi Hunian Pasca Bencana di Kupang NTT Mampu Hadang Badai?

inNalar.com – Pembangunan Hunian tetap (HUNTAP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah diselesaikan oleh kementerian PUPR.

Pembangunan Huntap ini terletak di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hunian Tetap ini adalah permukiman yang tujukkan bagi masyarakat yang terdampak bencana badai siklon tropis seroja.

Baca Juga: Selesai Dalam 2 Bulan, Ini Makna 2 Motif Songket Anti-Mainstream di Underpass Simpang Patal-Pusri Palembang

Pembangunan Huntap ini merupakan hasil kolaborasi antara Ditjen Perumahan Kementerian PUPR dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya.

Pembangunan ini mulai dikerjakan pada 9 juni 2021 dan telah rampung pada 31 Agustus 2022 dengan besaran dana yang dikeluarkan yaitu sebesar Rp33 miliar.

Huntap ini telah ditempati oleh masyarakat terdampat sejak September 2022 dan hunian pun telah tersambung pada jaringan air minum dan sanitasi.

Baca Juga: Hanya Sepanjang 2 Km, Jembatan Tol Pertama di Indonesia Raup Dana Rp1,72 Miliar

Pembangunan ini mempunyai tujuan agar dapat mewujudkan hunian yang kayak disertasi permukiman inklusif, tangguh, aman dan berkelanjutan.

Dilansir inNalar.com dari Kementerian PUPR, dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana ini tidak sekedar membangun kembali rumah yang rusak namun juga sebagai bentuk upaya membangun pemukiman yang tangguh terhadap bencana.

Pembangunan Huntap yang merupakan hunian rumah khusus (rusus) mempunyai teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) telah rampung masa pengerjaannya di Desa Saukibe dan Desa Bokong.

Baca Juga: Dana Investasinya Rp615 Miliar, Smelter Nikel Bantaeng Malah Jadi Ancaman Bagi Warga Sekitar, Apa Masalahnya?

Dalam pembangunan Huntap di Desa Saukibe ini memiliki 124 unit Huntap dalam lahan dengan luas 3,09 hektare.

Sementara itu di Desa Bokong memiliki 45 unit Huntap dalam lahan seluas 1,3 hektar.

Pembangunan Huntap ini dilengkapi beberapa fasilitas sarana prasarana pendukung yaitu jalan lingkungan dan drainase, jaringan air bersih dan sanitasi komunal (SPAL-DT), Penerangan Jalan Umum (PJU), pagar pengaman, dan tempat sampah.

Baca Juga: Raup Nilai Kontrak Rp80,79 M, Kawasan Wisata Dieng di Jawa Tengah Bakal Ditata Ulang, Ada Destinasi Baru?

Selain itu terdapat juga fasilitas lain seperti balai warga dan juga sarana beribadah umum bagi warga.

Diharapkan dengan dibangunnya Hunian Tetap masyarakat yang sempat terdampak bencana badai siklon seroja, menempati hunian tetap dengan adanya rasa nyaman dan juga aman.***

Rekomendasi