

InNalar.com – Asteroid adalah benda luar angkasa yang terbentuk dari kumpulan gas dan debu hingga menjadi batuan di luar angkasa sana.
Meski ukurannya tidaklah sebesar planet, namun keberadaannya di sekitar Planet Bumi menarik perhatian jajaran ilmuwan NASA.
Pasalnya, sebagaimana yang kita tau, ras dinosaurus yang sempat menguasai bumi pada 66 juta tahun yang lalu mengalami kepunahan sebab adanya asteroid yang menghantam bumi.
Baca Juga: Berambisi Membuat Koloni di Ruang Angkasa, Para Ilmuwan Berlomba Untuk Bisa Produksi Bayi Pertama
Asteroid yang berdiameter sekitar 14 Km berjuluk Asteroid Chicxulub tersebut menewaskan makhluk yang mendiami bumi setelah jatuh di kawasan Semenanjung Yucatan, Mexico.
Mengetahui hal itu, kita sebagai penghuni Bumi tentu pasti memiliki kekhawatiran akan hal yang sama apalagi itu berkaitan dengan keberlangsungan kkehidupan di Bumi.
Apalagi belakangan ini beredar kabar yang mengungkapkan bahwa dalam 20 tahun mendatang akan ada hal besar yang diprediksi akan terjadi.
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) tengah heboh membicarakan tentang adanya pergerakan asteroid yang diprediksi akan menumbuk bumi.
Melansir dari dw.com, asteroid berdiameter 50 meter dengan nama sebutan 2023 DW ini digadang-gadang menjadi daftar resiko nomer 1 itu diprediksi akan hantam bumi pada Februari, 2046 mendatang.
Sebagai upaya antisipasi, NASA telah menguji teknik yang disebut “kinetic impactor” untuk membelokkan asteroid yang mungkin menimbulkan ancaman bagi Bumi.
Teknik ini melibatkan menabrakkan pesawat ruang angkasa ke asteroid untuk mengubah orbitnya dan mencegahnya menabrak Bumi.
Sementara pada September 2182, NASA memprediksi sebuah asteroid yang disebut Asteroid Bennu dengan kekuatan 22 bom atom juga diprediksi akan sambangi bumi.
Masih banyak benda-benda kecil di luar angkasa memiliki potensi yang diperkirakan akan menabrak Bumi.
Padahal lebih dari 95% asteroid “monster” yang dapat menyebabkan kepunahan global telah teridentifikasi dan jalurnya telah diperhitungkan.
Meskipun kemungkinan asteroid menghantam Bumi masih mengkhawatirkan, NASA dan organisasi lain secara aktif berupaya mencegah kejadian serupa terjadi
Apapun itu, semoga semua ancaman itu bisa diatasi dan hal yang sempat terjadi paa 66 juta tahun lalu tak akan terulang lagi.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi