Dipeluk Perpustakaan, Candi Kimpulan di UII Yogyakarta Ini Tertimbun Erupsi Merapi, Ada Sejak Abad 10 Masehi?

inNalar.com – Tukang konstruksi bangunan dikagetkan dengan penemuan struktur berbentuk candi saat melakukan penggalian pondasi di UII Yogyakarta.

Lokasi tepatnya adalah Universitas Islam Indonesia (UII) Jl. Kaliurang km. 14,5, kabupaten Sleman, provinsi DI Yogyakarta.

Pemerintah segera melakukan ekskavasi tanah dibantu dengan ahli selama 35 hari untuk menelusuri struktur bangunan mirip candi tersebut.

Baca Juga: Soeharto Jelaskan Indonesia Bangun 9000 KUD Koperasi Unit Desa, 5000 KUD Telah Mandiri?

Peristiwa ini terjadi pada 11 Desember tahun 2009 silam, bertepatan dengan agenda UII Yogyakarta untuk menambah pondasi bangunan.

Dilansir inNalar.com dari salah satu video YouTube yang diunggah oleh akun ASISI Channel, berikut penjelasannya.

Setelah pemerintah dan Balai Pelestarian Cagar Budaya setempat berhasil membongkar lokasi, ternyata benar. Struktur tersebut adalah peninggalan kuno.

Baca Juga: Bangun Jalan Tol Probowangi di Jawa Timur Senilai Rp10,8 Triliun, JPB Harus Hadapi 3 Tantangan Berat Ini

Ditemukan satu buah candi induk bujur sangkar berukuran 6×6 meter, dan satu buah candi perwara persegi panjang berukuran 4×6 meter.

Keduanya dibatasi dengan pembatas yang terletak di sisi barat dan selatan yang berupa susunan batu gundul setebal 1,2 meter dan berjarak 11,2 meter dari lingga patok pusat.

Arca Ganesa, lingga, dan yoni ditemukan di candi induk. Sementara arca Nandi, dua buah lapik pengapit arca, lingga, dan yoni lainnya ditemukan di candi perwara.

Baca Juga: Bukan Jakarta, Pemilik UMR Tertinggi Ternyata Disabet Kota Kecil di Jawa Barat Ini Lho!

Oleh karena penemuan situs yang terletak di kawasan desa Kimpulan, jadilah candi tersebut dinamai Candi Kimpulan.

Situs ini merupakan situs terbuka, karena tidak terdapat atap penutup di atasnya.

Melihat umpak yang ditemukan, diperkirakan candi Kimpulan ini dulunya hanya ditutup dengan bahan yang mudah lapuk, seperti kayu dan bambu.

Data-data arkeologis juga turut ditemukan, seperti peripih, mangkuk perunggu, mata uang emas dan perak, manik-manik, dan lain-lain.

Ukiran yang terdapat pada lempengan emas dan perak candi Kimpulan pernah dibaca oleh Epigraf dari Universitas Gadjah Mada, Tjahjono Prasodjo.

Ia menyebut kemungkinan ukiran tersebut adalah tulisan mantra, namun sudah tidak bisa dibaca dengan jelas karena aus.

Menurut tim Geologi, Candi Kimpulan terkubur oleh material yang berasal dari endapan Merapi yang terbawa arus sungai.

Fungsi bangunan ini belum diketahui. Tapi, melihat simbol yang ditemukan, dapat dipastikan situs ini adalah peninggalan agama Hindu sejak abad ke 9-10 masehi.

Kawasan yang tadinya akan dijadikan perpustakaan oleh UII Yogyakarta, kini telah diwakafkan untuk dikelola bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya.

Menariknya, UII Yogyakarta merubah desain awal pembangunan hingga menjadi lebih menarik. Candi Kimpulan seolah dipeluk perpustakaan.

Jika berkunjung ke sana, kita juga bisa melihat replika barang-barang bersejarah tersebut. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]