
inNalar.com – Kegiatan mengumpulkan uang kuno masih menjadi kegemaran bagi sebagian banyak orang. Salah satu yang paling banyak dicari adalah uang kertas terutama pecahan Rp 100 ribu bergambar mawar ini.
Sebagaimana diketahui, uang kuno memiliki keistimewaan tersendiri baik dari segi sejarahnya, desainnya, ataupun nilai yang terkandung di dalamnya. Hal itupun lantas membuat banyak orang menggandrungi kegiatan pengoleksian uang lawas.
Kegiatan pengoleksian uang kuno itu kerap disebut numismatik. Pada dasarnya kolektor memiliki spesifikasi tersendiri mengenai jenis uang yang menjadi favorit.
Baca Juga: 91 KM dari Denpasar, Desa Unik Bali Ini Terkena Mitos Kutukan Tunarungu hingga 7 Turunan Lebih
Oleh karena itu, tak ayal apabila terdapat jenis uang lawas yang menjadi perburuan di pasaran pemburu uang lawas.
Salah satu jenis uang lawas yang menjadi buruan ini adalah uang nominal Rp 100 ribu tahun 1999.
Keistimewaan Uang Lama Rp100 Ribu Gambar Mawar
Dilansir dari kanal YouTube Drg Muslimin, berikut beberapa keistimewaan uang kertas kuno Rp100.000 tahun 1999 yang menjadi incaran kolektor hingga dihargai jutaan rupiah.
Baca Juga: Jadi Cermin Potret Ekonomi Indonesia, Begini Sejarah Lengkap Mata Uang Rupiah
Mengapa uang jenis pecahan Rp 100 ribu ini tengah menjadi incaran? Tentunya spesifikasinya yang menjadi sorotan.
Uang kuno ini resmi diedarkan oleh Bank Indonesia (BI) 25 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1999.
Uang pecahan Rp 100 ribu ini memiliki desain bergambar Sang Proklamator Soekarno-Hatta di sisi bagian depannya. Sementara itu, di sisi bagian belakangnya bergambar Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Keistimewaan gambarnya inilah yang membuat mata uang ini menjadi pusat perhatian para kolektor.
Keunikan yang menjadi sorotan Kolektor dari segi lainnya adalah bahan yang digunakan untuk membuatnya. Uang ini memiliki gambar bunga mawar berbahan polimer atau plastik yang berwarna pink keunguan.
Bagian bunga mawar tersebut disebut color window yang apabila diraba akan terasa kasar karena terdapat emboss logo Bank Indonesia (BI).
Baca Juga: Koin Kuno 50 Rupiah Komodo Harganya Melangit hingga Rp30 Juta, Fakta atau Hoaks?
Di bagian bawah bunganya pink keunguan tersebut juga terdapat bentuk padi dan kapas.
Uang ini menjadi salah satu jenis yang ikonik karena tidak dicetak di Indonesia melainkan di Australia. Proses pencetakannya dilakukan di Note Printing Australia atau Lembaga di Bawah Bank Central Australia.
Sebagai informasi, uang jenis ini sudah ditarik dari peredaran dan sudah tidak bisa digunakan sebagai transaksi pembayaran. Uang pecahan 100 ribu sudah diganti dengan jenis uang kertas yang dikenal saat ini.
Namun, jenis uang kuno gambar mawar ini bisa dijadikan bahan koleksi yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Tidak sedikit kolektor yang memburu uang mawar ini dan berani membayarnya dengan harga tinggi.
Diketahui harga uang ini di pasaran sangat bervariatif. Ada penjual yang mematok harga dari ratusan ribu bahkan hingga jutaan rupiah untuk uang mawar ini.
Baca Juga: LINK Live Streaming Persik vs Arema FC BRI Liga 1 Senin 16 Desember 2024, GRATIS Nonton Indosiar
Ada penjual yang mematok harga Rp600.000 untuk satu lembar uang kertas Rp 100 ribu tahun 1999 ini. Ditemukan juga ada yang membanderol harga Rp8.500.000 per lembarnya.
Variasi harga tersebut juga disesuaikan dengan kondisi atau kualitas dari uang tersebut. Mengingat karena jenis ini termasuk ke dalam uang lawas, maka keutuhan dan tingkan kerusakan turut menjadi pertimbangan.
Semakin mulus atau semakin baik kualitas uang kertas ini, maka semakin tinggi pula harga atau nilai jualnya di pasaran.
Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa harga uang ini akan mengikuti tren dan minat di pasaran. Kelangkaan uang juga menjadi salah satu faktor mengapa uang ini bisa dijual mahal. *** (Meyra Pangestika)