

InNalar.com – Ternyata di Sulawesi Tenggara terdapat proyek yang tak jadi dikerjakan atau molor.
Proyek tersebut ialah pembangunan infrastruktur jembatan yang akan menghubungkan dua pulau.
Pulau yang akan terhubung adalah Pulau Buton dan Pulau Muna.
Padahal infrastruktur jalur penghubung tersebut persiapannya sudah dilakukan sejak 2020-2021.
Tidak hanya itu, karena desain dari jalur penghubung tersebut juga telah rampung dan sudah disetujui oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).
Berdasarkan rencana awal, sebenarnya jalur penghubung tersebut akan mulai dikerjakan pada tahun 2022.
Akan tetapi, ternyata pembangunan jalur tersebut malah molor, hingga penggarapannya tak jadi dikerjakan.
Salah satu faktor yang membuat pembangunan jalur penghubung tersebut tak jadi dikerjakan ternyata karena anggaran yang besar.
Dilansir dari laman Antara, perkiraan anggaran yang diperlukan untuk membangun jalur penghubung tersebut yaitu sebesar Rp15 triliun.
Nominal tersebut tentunya sangatlah banyak, dan cukup selaras dengan panjang dari jalur penghubung yang dimaksud.
Karena akan menghubungkan dua pulau, maka panjang dari jalur penghubung ini yaitu mencapai 2.969 meter.
Meski tak jadi dikerjakan pada tahun 2022, namun ternyata pemerintah dan para pejabat tetap mengusahakan agar proyek jembatan di Sulawesi Tenggara tersebut dapat dibangun.
Namun, diperkirakan pembangunan jalur penghubung antara Pulau Buton dan Pulau Muna tersebut baru bisa dikerjakan pada tahun 2025-2030.
Hal tersebut dikarenakan saat ini pemerintah tengah banyak mengeluarkan anggaran dalam membangun IKN, sehingga dana APBN akan difokuskan ke Kalimantan Timur.
Walau begitu, pemerintah tetap mencari cara agar jalur penghubung di daerah Sulawesi Tenggara tersebut dapat terbangun menggunakan anggaran skema lain.
Salah satunya adalah menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau biasa dikenal sebagai KPBU.
Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata pembangunan jalur penghubung melalui skema KPBU tersebut tak bisa dilakukan.
Sebab terdapat berbagai kendala yang akan dihadapi dalam membangun jalur penghubung yang dimaksud.
Sedangkan cara kedua adalah menggunakan skema kerja sama dengan investor asing.
Diperkirakan cara inilah yang paling memungkinkan agar jalur penghubung tersebut dapat terbangun.
Selain itu, Australia juga tertarik untuk membangun jembatan penghubung dua pulau tersebut.
Meski Australia sudah tertarik, namun negara yang terkenal dengan Kangurunya tersebut belum melakukan finalisasi yang diperlukan agar proyek jembatan tersebut dapat terlaksana. ***