Diklaim Pertama di Dunia, Bulan Buatan Asal China Ini Pencetusnya Fisikawan Pemenang Nobel 2000, Namanya…

inNalar.com – Pada tahun 2020 lalu, dunia digemparkan mengenai peluncuran bulan buatan oleh Tiongkok, atau sering disebut China.

Teknologi bulan buatan yang dipamerkan oleh China pada tahun 2020 tersebut bertujuan untuk meniru kondisi dan lingkungan di wilayahnya.

Selain itu, adanya teknologi bulan buatan juga bertujuan agar para ilmuan dapat menguji teknologi-teknologi baru dalam beberapa misi di luar angkasa masa depan.

Baca Juga: Kata dr Zaidul Akbar, Wanita akan Mudah Alami Tulang Keropos jika Tidak Lakukan Kebiasaan Ini Sejak Sekarang

Jika ditelusuri, teknologi bulan buatan China diklaim menjadi yang pertama di dunia, hal tersebut mengacu pada pernyataan Li Ruilin, yang merupakan seorang insinyur geoteknik.

Li Ruilin, seorang insinyur geoteknik di Universitas Pertambangan dan Teknologi China bahwa ruangan tersebut, yang akan diisi dengan batu dan debu untuk meniru permukaan bulan.

Lalu, di daerah mana China pertama kali meluncurkan bulan buatan yang dikembangkannya tersebut?

Baca Juga: Lawan Penyakit Demam Berdarah! dr Zaidul Akbar Resepkan Ramuan Ini Agar Trombosit Langsung Naik

Melansir dari laman web livescience.com, disebutkan bahwa lokasi peluncuran bulan buatan tersebut berada di Kota Xuzhou bagian timur, Provinsi Jiangsu.

Jika dilihat dari strukturnya, bulan buatan asal China tersebut hanya berupa ruangan yang diisi oleh batu beserta debu-debunya yang kemudian dimiripkan dengan permukaan bulan.

Nah, yang sering menjadi pertanyaan publik adalah mengenai siapakah orang yang mencetuskan ide bulan buatan di China tersebut sebenarnya?

Baca Juga: Nilai Kontrak Capai Rp8,35 Triliun, Megaproyek Jalan Tol IKN Kalimantan Timur Segera Rampung, Ini Bocorannya

Mengenai pencetus awal ide pembuatan bulan buatan di China ialah seorang fisikawan di Universitas Manchester Inggris yang pernah memenangkan Hadiah Nobel pada tahun 2000.

Diketahui, nama fisikawan tersebut ialah Andre Geim.

Andre Geim menggunakan trik levitasi untuk menciptakan trobosan baru bulan buatan tersebut.

Kemudian, nama yang diberikan untuk bulan buatan asal China tersebut merupakan nama yang diambilkan dari dewi bulan Tiongkok, yakni Chang’e.

Proyek Chang’e di China merupakan sebuah serangkaian misi robotik yang dilakukan secara langsung oleh Badan Antariksa Nasional Tiongkok atau lebih dikenal CNSA.

Peluncuran bulan buatan asal China tersebut menggunakan Roket Long March, yang diawasi oleh sistem telemetri, pelacakan, beserta komando.

Selain bulan buatan, ternyata matahari buatan juga terlebih dahulu diluncurkan oleh negara yang berjulukan Negeri Tirai Bambu tersebut.

Meskipun keseluruhan struktur dan isinya mirip dengan bulan asli yang setiap kali kita lihat di langit, bulan buatan China tetap saja memiliki kekurangan.

Kekuatan gravitasi dari bulan buatan China yang dikethui hanya sebesar seperenam di Bumi.***

Rekomendasi