

inNalar.com – Belum lama ini dunia tengah terguncang dengan virus Covid-19.
Belum usai permasalahan tersebut, saat ini dunia justru diserang kembali virus Nipah.
Saat ini, diketahui virus Nipah sendiri tengah banyak orang yang terjangkit di Negara India.
Bahkan dikatakan jika virus Nipah ini lebih berbahaya dibandingkan Covid-19.
Sedangkan untuk saat ini, sudah terdapat 2 orang yang meninggal di India yang disebabkan oleh virus Nipah tersebut.
Sebagai upaya menghadapi hal tersebut, pemerintah India juga telah melakukan social distancing versi kecil.
Baca Juga: Juaranya Bukan Bontang, Ini 5 Daerah di Kalimantan Timur yang Memiliki Pulau Terbanyak, Coba Tebak!
Sebab India telah melakukan pengurangan serta pembatasan pertemuan publik, serta beberapa sekolah yang ditutup guna menghadapi virus ini.
Sekedar informasi, virus Nipah sebenarnya pertama kali muncul di Negara tetangga kita, yaitu Malaysia.
Dulunya virus Nipah pertama kali muncul di Malaysia sekitar tahun 1999.
Dilansir InNalar.com dari channel YouTube Gerald Vincent, virus ini dapat muncul dan menular pada manusia berawal dari Babi dan Kelelawar.
Jika pada Babi, penularan virus ini dapat terjadi saat manusia mengalami kontak langsung dengan hewan tersebut yang tengah sakit atau terkena jaringan tubuh yang terkontaminasi.
Sementara melalui Kelelawar, penularan virus Nipah ini dapat terjadi saat manusia mengkonsumsi buah yang telah terkontaminasi urin atau air liur hewan Nokturnal tersebut.
Sederhananya, penularan virus ini dapat terjadi melalui cairan, yang mana memang hampir mirip Covid-19.
Berbahayanya, hingga saat ini diketahui belum terdapat obat atau vaksin pada virus Nipah yang saat ini tengah menimpa India tersebut.
Mungkin dari hal tersebutlah dikatakan jika virus Nipah ini lebih berbahaya dibandingkan Covid-19.
Bagi orang-orang yang terjangkit virus ini, terdapat gejala-gejala yang mirip pula dengan Covid-19.
Gejala tersebut yaitu seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan terasa seperti radang tenggorokan.
Agar tidak terjangkit virus Nipah ini, maka sering-seringlah mencuci tangan, serta merebus sayuran saat hendak mengolahnya.
Bukankah sumber virus, cara penularan, serta gejalanya membuat kita dejavu? ***