

inNalar.com – Warga Sumatera Utara pastinya berbahagia, karena sebagian jalan tol penghubung Kabupaten Batubara dan Asahan ini telah dioperasikan.
Meski pada dasarnya ruas jalan tol di Sumatera Utara ini menyambung Kabupaten Batubara dan Asahan, tetapi daerah inilah yang paling banyak dinikmati lintasannya.
Maksudnya, justru lintasan terpanjang di ruas tol Trans Sumatera ini paling banyak melewati kabupaten ini.
Perlu diketahui, jalan tol sepanjang 47,5 kilometer ini adalah ruas Indrapura – Kisaran yang membentang dari daerah Batubara hingga Asahan.
Memang benar ruas jalan tol di sepanjang daerah Sumatera Utara ini bermula dari Gerbang Tol Indrapura yang letaknya di Kabupaten Batubara.
Lebih jelasnya, posisi gerbang tol ruas paling awal ini letaknya di Kelurahan Sipare-pare, Kecamatan Air Putih.
Baca Juga: Habiskan Dana Rp2,2 Triliun, Jalan Tol AP Pettarani di Makassar Ini Raih Penghargaan Internasional
Dikarenakan pembangunan ruas tol ini terbagi menjadi dua seksi, maka titik gerbang tol selanjutnya berada di daerah Tanjung Muda, Kecamatan Limapuluh.
Adapun pintu tol kedua ini masih satu daerah dengan gerbang tol sebelumnya.
Sementara gerbang tol paling akhir dari ruas Jalan Tol Indrapura-Kisaran ini terdapat di daerah Pulo Bandring, Kabupaten Asahan.
Namun di sela lintasan tersebut, terdapat lima daerah yang dilintasi jalan tol di Sumatera Utara ini dan letaknya berada di satu kabupaten ini.
Bisa tebak kabupaten atau kota manakah itu? empat kecamatan yang dilintasi ruas tol ini justru kebanyakan berada di wilayah Simalungun.
Setidaknya dari tujuh kecamatan yang dilintasi proyek jalan tol di Sumatera Utara ini, empat di antaranya berada di daerah Kabupaten Simalungun.
Kelima kecamatan yang dimaksudkan meliputi Bandar Masilam, Bandar, Bosar Maligas, dan Ujung Padang.
Jadi apabila proyek tol yang satu ini semakin sempurna terhubung, akses tiga kabupaten ini semakin terhubung dengan mudah.
Dengan begitu, potensi ekonomi ketiga daerah di Sumatera Utara ini akan semakin terbangun maksimal berkat adanya jalan tol senilai Rp4,3 triliun.
Sebagai gambaran lebih lanjut, proyek ruas tol yang satu ini dibagi menjadi dua seksi.
Seksi I bermula di Kabupaten Batubara, tepatnya dari Indrapura menuju Kecamatan Limapuluh.
Panjang seksi tersebut membentang hingga 15,6 kilometer dan telah berhasil memotong waktu tempuh.
Apabila pengendara sebelumnya butuh menghabiskan 4 jam perjalanan, dengan adanya ruas tol baru di Sumatera Utara ini cuma lalui 2 jam saja.
Lintasan tol seksi I telah diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 8 Februari 2024, bersamaan dengan satu Proyek Tol Trans Sumatera lainnya.
Adapun proyek infrasruktur lain yang dimaksudkan adalah Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat atau disingkat dengan Kutepat.
“Pengoperasian kedua Jalan Tol tersebut sudah bisa digunakan masyarakat dan belum bertarif,” dikutip inNalar.com dari Kementerian PUPR.
Jadi ruas tol seksi I Indrapura – Kisaran dan Jalur Kutepat ini sementara masih digratiskan.
Jalur tersebut pun telah meraih Sertifikat Laik Operasional (SLO) sejak 8 September 2023.
Sementara ruas tol seksi II Indrapura – Kisaran sepanjang 32,15 kilometer sempat dilakukan Uji Laik Fungsi, tetapi belum diresmikan.
Jalan lebar yang menyambung hingga Gerbang Tol Kisaran ini akan sempat beroperasi secara fungsional pada masa arus mudik Lebaran.***