Dikenal Penghasil Warteg, Tegal Juga Jadi Cikal Bakal Martabak: Pelopornya Saudagar India dari Kampung Ini


inNalar.com –
Siapa yang tidak tau martabak atau juga disebut sebagai martabak telur

Makanan satu ini memiliki cita rasa yang akan kaya rempah dan pastinya disukai oleh semua kalangan.

Murah dan dapat ditemukan di mana saja membuat martabak ini sangat mudah untuk dijumpai.

Baca Juga: Warisan Tradisi Ekstrem Desa di Pelosok Maluku: Saling Pukul dengan Sapu hingga Berdarah

Biasanya dihidangkan sebagai camilan saat berkumpul atau bisa dijadikan sebagai pendamping nasi atau lauk.

Sudah mengalami beragam inovasi yang dulunya isi daging sapi atau ayam, kini bisa dicampur dengan berbagai isian.

Atau campuran telur ayam atau bebek, kini juga mengalami beragam variasi yang membuat makanan ini tidak akan pernah bosan untuk disantap.

Baca Juga: Pulau Terpencil di Dunia, Daratan 121 KM Persegi yang Penghuninya Hidup dari Kasih Sayang Inggris

Harga dan memiliki beragam rasa membuat kita bisa menyesuaikan sesuai dengan selera masing-masing.

Tapi apakah Anda pernah berpikiran dari manakah asal usul terciptanya makanan satu ini.

Martabak pertama kali di perkenalkan dari Tegal untuk desanya sendiri adalah Desa Lebaksiu Kabupaten Tegal.

Baca Juga: Pesona Surga Indonesia Timur, Wisata Bahari Maluku Ini Pernah Menjadi Tempat Pengasingan Bung Hatta

Menjadi makanan khas asal Lebaksiu dan pertama kali perkenalkan pada tahun 1935 oleh seorang saudagar asal India.

Memiliki keahlian membuat martabak dan istrinya adalah orang asli Lebaksiu.

Dari kemampuannya itu akhirnya mulai berjualan martabak dan mencari orang sekitar untuk bekerja bersamanya.

Baca Juga: Setengah Jam Dari Candi Borobudur, Terdapat Wisata Budaya Gunung Tidar di Kota Magelang Ini Penuh Misteri, Kok Bisa?

Akhirnya pun juga menyebar ke mana-mana dan banyak dari mereka mempelajari cara membuatnya serta mulai berjualan.

Hal inilah yang membuat makanan satu ini sangat melekat bagi warga Lebaksiu.

Tak heran jika mayoritas masyarakatnya berjualan martabak, serta dijadikan sebagai mata pencarian.

Baca Juga: Taman Nasional Baluran Banyuwangi, Kepingan Sabana Afrika yang Membentang di Jawa Timur

Sebagian merantau menjualkan martabaknya di luar kota dan ada yang masih menetap di tempat asalnya.

Itulah mengapa martabak dikenal di berbagai daerah di Indonesia.

Terdapat salah satu warga sekitar memberi tahu perbedaan dari martabak khas Lebaksiu dengan yang lain.

Terlihat dari bumbu dan komposisi dagingnya, jika martabak Lebaksiu memiliki cita rasa yang kuat dan daging berlimpah.

Sedangkan jika martabak biasa bumbunya kurang berani dan daging isian yang menurutnya kurang.

Inilah yang membuat Desa Lebaksiu dijuluki sebagai Kampung martabak.

Dengan ciri khas martabak membuat siapa pun akan penasaran dan ingin mencobanya langsung.

Sebagai pelopor pertama makanan martabak yang saat ini sudah meluas di seluruh daerah di Indonesia.

Apakah Anda tertarik untuk mencoba martabak khas Lebaksiu ini?

Pastinya memiliki rasa dan keunikan yang berbeda dari yang biasanya kita makan.

Karena pastinya sudah melewati penyesuaian rasa dan modifikasi untuk mendapatkan cita rasa yang baru.***

 

Rekomendasi