

inNalar.com – Selain dengan keindahan pulau-pulau yang beragam, Indonesia juga dikenal dengan segudang tanaman langka.
Tanaman-tanaman langka di Indonesia berhasil berhabitat di daerah-daerah Nusantara.
Seperti salah satunya adalah Bunga Edelweiss, bunga yang sering menjadi hiasan ini ternyata termasuk kedalam bunga langka di Indonesia.
Baca Juga: Garut Punya Kampung Sultan, Pendapatan Warganya Bisa Rp500 Juta Sebulan Hanya dari Online!
Bunga Edelweiss ditemukan pertama kali oleh Georg Karl Reinwardt seorang naturalis negara Jerman pada tahun 1819 di Gunung Gede.
Fakta-Fakta menarik tentang Bunga Edelweiss diantaranya:
1. Panjang Bunga Edelweiss tidak lebih dari satu meter tetapi bunga ini juga bisa tumbuh panjang lebih dari 8 meter di kondisi tempat yang tertentu.
Baca Juga: Baru 2 Tahun Ambruk! Jembatan di Padang Pariaman Ini Dibangun dengan Anggaran Rp25 Miliar
2. Para ilmuwan Swiss pernah meneliti bunga ini dan menyebutkan bahwa Bunga Edelweiss adalah bunga wol karena memiliki mahkota bunga yang berbulu dan di sekitar daunnya nya pun diselimuti bulu bulu halus.
3. Bunga Edelweiss ditemukan di beberapa negara seperti diantaranya Swiss, Prancis, Jerman, Slovenia, Monaco, italia, dan banyak lagi.
4. Bunga Edelweiss hanya tumbuh dan berhabitat di tanah dengan ketinggian 2.000-3.000 mdpl.
5. Bunga Edelweiss dijuluki sebagai bunga abadi karena mengandung hormon etilen yang menyebabkan bunga Edelweiss bisa tumbuh hingga lebih dari 10 tahun lamanya.
Sudah diketahui bahwa Bunga Edelweiss hanya berhabitat di ketinggian lebih dari 2.000 mdpl, tentu tempat itu hanya di pegunungan saja, dan inilah gunung-gunung yang menjadi habitat dari Bunga Edelweiss diantaranya:
1. Gunung Semeru
Gunung Semeru merupakan gunung merapi dan gunung tertinggi yang berada di Jawa Timur dengan memiliki ketinggian 3.676 mdpl.
Bagian sisi utara Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yaitu di Desa Edelweiss terdapat tumbuhan bunga Edelweiss yang bisa dipetik oleh para pendaki.
Tumbuhan bunga Edelweiss disana merupakan hasil dari budidaya para petani Desa Edelweis.
2. Gunung lawu
Gunung Lawu merupakan gunung Merapi aktif yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan memiliki ketinggian 3.265 mdpl.
Bunga Edelweiss bisa ditemukan di dekat puncaknya, para pendaki akan melihat bunga Edelweiss di sepanjang jalan jika melewati jalur Candi Cetho.
3. Gunung Sindoro
Gunung Sindoro merupakan gunung volcano aktif yang berada di Jawa Tengah dengan ketinggian mencapai 3.136 mdpl.
Bunga Edelweiss akan terlihat di sepanjang jalan jika melewati jalur pendakian via basecamp Bansari.
4. Gunung papandayan
Gunung papandayan merupakan gunung api stratovolcano yang berada di Kabupaten Garut, jawa Barat dengan ketinggian mencapai 2.665 mdpl.
Bunga Edelweis bisa ditemukan di jalur pendakian Tegal Alun, dan Gunung Papandayan juga sering disebut dengan Swiss van java karena memiliki pemandangan Edelweiss yang sangat indah.
5. Gunung Rinjani
Gunung Rinjani merupakan gunung berapi tertinggi kedua yang berada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan ketinggian mencapai 3.726 mdpl.
Bunga Edelweiss bisa ditemukan di Plawangan Sembalum dibagian area tebing bebatuan, bukit, hingga tepian danau. ***