Dijuluki Bapak Pembangunan, Inilah Daftar Pembangkit Listrik yang Dibangun Pada Era Presiden Soeharto

inNalar.com – Presiden Soeharto adalah kepala negara di tanah air yang paling lama berkuasa.

Presiden Soeharto menjadi pemimpin di Indonesia terhitung sejak tahun 1967 lalu sampai dengan 1998.

Tidak hanya itu, pada era kepemimpinannya Presiden Soeharto juga dijuluki sebagai “Bapak Pembangunan”.

Baca Juga: Era Presiden Soeharto, Indonesia Ternyata Sukses Jadi Tuan Rumah KTT ASEAN Pertama di Bali, Siapa yang Hadir?

Tentu saja sapaan tersebut disematkan tidak lain karena ada banyak infrastruktur yang berhasil dibangun olehnya.

Termasuk berbagai daftar pembangkit listrik yang ada di berbagai kota tanah air. Apa saja?

1. PLTA Cirata di Jawa Barat

Melansir dari akun YouTube Studio Langit, Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA Cirata diresmikan pada 23 Maret 1988.

Baca Juga: Dikenal Akrab Hingga Beri Jabatan, Ternyata Pertemuan Awal Soeharto dan B.J Habibie Terjadi Pada Saat…

PLTA tersebut bahkan tercatat sebagai yang terbesar di Asia Tenggara.

Peresmiannya sendiri dilakukan oleh Presiden Soeharto dengan kapasitas listrik hingga 1.428 GWh per tahunnya.

2. PLTU Paiton di Kabupaten Probolinggo

Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU Paiton terletak di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Tepatnya di paling timur tepi Jalur Pantura Surabaya – Banyuwangi.

Baca Juga: Keras Kepala dan Suka Menantang, Kemunduran Soeharto Diduga Ada Campur Tangan Amerika Serikat?

Proyek ini dikelola oleh PT PLN Nusantara Power yakni anak usaha dari PT PLN Persero. Adapun total kapasitasnya mencapai 800 mega watt untuk operasi 2 PLTU.

3. PLTU Suralaya di Banten

PLTU Suralaya juga menjadi proyek yang diresmikan oleh Presiden Soeharto yang ada di Kota Cilegon, Banten.

Pembangkit dengan total 10 unit tersebut pertama kali dibangun pada 1984. Adapun kapasitas totalnya mencapai 6.025 mega watt.

Pembangunannya sendiri dilakukan oleh PT PLN Proyek Induk Pembangkit Therma Jabar serta Jakarta Raya.

Kemudian berkonsultasi pula dengan beberapa konsultan asing untuk unit ke-1 sampai 4.

Sedangkan untuk unit ke-5 sampai 7 akan memanfaatkan bantuan dari kontraktor lokal.

Sementara sisanya direncanakan akan segera beroperasi di tahun 2024 mendatang.

4. PLTA Tes di Bengkulu

PLTA Tes diresmikan oleh presiden RI kedua pada tahun 1992.

Proyek sendiri menjadi yang tertua di tanah air khususnya luar Pulau Jawa.

Lokasinya ada di Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.

PLTA Tes adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan potensi air yang pertama kali didirikan di wilayah Sumatera kala itu.

Adapun proyeknya memanfaatkan aliran air dari Sungai Ketahun yang dibendung.

Tersedia dua sentral unit yang dioperasikan. Yaitu PLTA Tes Lama yang dibangun di era kolonial Hindia – Belanda.

Sedangkan yang kedua yaitu PLTA Tes baru yang dibangun tepat di belakang gedung PLTA Tes Lama.

Baca Juga: Tak Tahu Menahu RI Merdeka, Soeharto Rupanya Berada di Tempat Ini Saat Soekarno Umumkan Proklamasi

5. PLTA Siguragura di Sumatera Utara

PLTA Siguragura berlokasi di Simorea, Sumatera Utara dengan kapasitas mencapai 286 mega watt.

Proyek tersebut sudah didirikan sejak 9 Juni 1978 serta diresmikan secara sah oleh presiden RI kedua pada masa jabatannya.

Pembangunannya sendiri berada di kedalaman 200 meter dengan pemanfaatan pasokan air Danau Toba.

Kehadirannya disebut sebagai pembangkit listrik yang sangat strategis.

Hal ini karena lokasinya dekat dengan sebuah perairan yakni aliran Danau Toba sehingga berbeda dari pembangkit listrik lainnya.*** 

Rekomendasi