Dijadikan Cagar Budaya Sejak 1930, Situs Bersejarah di Sulawesi tenggara Ini Disebut Jadi Gua Terkaya di Dunia, Kok Bisa?

inNalar.com – Berbicara mengenai tempat bersejarah di Sulawesi Tenggara memang tidak ada habisnya.

Salah satunya adalah sebuah situs peninggalan purbakala berupa gua yang berada di Desa Liang Kabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Gua ini dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama Gua Liang Kobori.

Baca Juga: Andalkan 8 Juta Ton Batu Bara di Kalimantan Selatan, Pendapatan BUMI Masih Tertampar Meski Naikkan Penjualan hingga US$1,17 Miliar, Ternyata Karena…

Liang Kobori adalah sebuah gua peninggalan nenek moyang masyarakat Suku Muna.

Memiliki lebar mulut mencapai 30 meter dengan tinggi 2-5 meter, dulunya para manusia purba diperkirakan tidak tinggal di dalam gua, melainkan di depan atau sekitar mulut gua tersebut.

Dalam bahasa lokal, Liang Kobori berarti gua bertulis atau bergambar yang telah dijadikan sebagai cagar budaya oleh Belanda sejak tahun 1930. 

Baca Juga: Dibangun 14 Tahun Silam, PLTU Milik Bukit Asam Senilai 41,4 Juta USD di Muara Enim Ini Sempat Jadi Penyelamat Krisis Listrik di Sumatera Selatan

Dilansir inNalar.com dari pariwisata.sultraprov.go.id, terdapat sedikitnya 222 buah gambar atau lukisan di dinding gua.

Dari jumlah 222 lukisan tersebut, terdapat sekitar 130 jenis lukisan yang menggambarkan aktivitas masyarakat Muna zaman purba.

Terdapat gambar bercocok tanam, beternak, berburu, dan berperang.

Baca Juga: Telan Anggaran Jumbo Rp200 Miliar, Gedung Kampus II Universitas Muhamadiyah Purwokerto Mulai Dibangun di Banyumas Jateng, Punya 14 Lantai?

Tak hanya itu, ada pula gambar matahari, pohon kelapa, gajah, burung, lipan, kuda, rusa, kura-kura dan jenis lainnya.

Menurut para peneliti, lukisan yang berada di dinding gua berasal dari zaman prasejarah atau sekitar 4.000 tahun yang lalu.

Sementara itu, menurut para ahli gua internasional, Liang Kobori ini menjadi gua terkaya di seluruh dunia karena jumlah gambar yang menjadi ornamen gua ini mencapai jumlah ratusan.

Baca Juga: Jumlah Aset Meroket, PT Aneka Tambang Tbk Dimohonkan PKPU oleh Crazy Rich Surabaya Gegara Belum Serahkan 1.136 Kg Emas

Hal tersebut dikarenakan gua-gua lain yang biasa mereka temukan di seluruh dunia biasanya hanya gambar tunggal seperti bekas telapak tangan atau jejak kaki.

Ornamen-ornamen tersebut merupakan cermin peradaban purba yang pernah eksis di kawasan Liang Kobori.

Selain bisa menemukan ratusan gambar atau lukisan, kalian juga bisa menikmati keindahan stalaktit dan stalakmit.

Tak heran bila, gua ini menjadi salah satu tempat wisata populer di Sulawesi Tenggara.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]