

inNalar.com – Senyum merekah bagi dunia pariwisata Bali usai Prabowo dukung pembukaan pintu bandara baru.
Bandara baru di Bali Utara disebut Prabowo akan menjadi ‘Singapura Baru’ tanpa harus membangun proyek di atas lahan sengketa.
Terlebih PT BIBU Panji Sakti selaku penggagas mega proyek telah mendapat cuan merekah dari investasi China senilai 3 miliar USD.
Baca Juga: Sisa kuota Rp6,6 Triliun, Berikut Ini Cara Pengajuan KUR BRI 2024
Apabila dirupiahkan maka investasi tersebut nilainya mencapai Rp50 triliun.
Nominal itu dikonfirmasi oleh Presiden Direktur PT BIBU Panji Sakti Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, dilansir dari Antara pada Kamis, 28 November 2024.
Komitmen investasi menguat usai MoU antara pihak penggagas megaproyek dengan sebuah perusahaan konstruksi China di Beijing pada 8 November 2024 lalu.
Baca Juga: Tes SKB CPNS Kemenag 2024 Tinggal Sebentar Lagi, Cek Kisi-kisi Materinya di Sini
Dua tahun lagi sejak 2025, ekonomi Bali Utara bersiap digelorakan oleh bandara baru.
Sebab, target penyelesaian proyek ambisius Prabowo ini digencarkan selesai setidaknya tahun 2027.
Besarnya dana investasi sudah barang tentu akan memproyeksikan sebuah bandar udara yang canggih.
Baca Juga: Seleksi Kompetensi PPPK Tahap 1 Mundur Di Sebagian Pemda, Perhatikan Jadwalnya!
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono pun menggesa amanat Presiden Prabowo.
Sejumlah studi kelayakan lokasi pembangunan, baik dari aspek teknis sosial budaya hingga politik pun menjadi pembahasan Pemerintah RI saat ini.
Tidak dipungkiri, tersendatnya realisasi mega proyek bandara Bali Utara ini disebabkan oleh adanya konflik agraria.
Baca Juga: Segera Cek! Kartu Ujian PPPK 2024 Sudah Bisa Dicetak, Ini Cara Cek Jadwal dan Lokasi Seleksinya
Sebelumnya penetapan lokasi bandara diarahkan pembangunannya di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.
Namun penderitaan warga desa setempat atas ketidakpastian lahan garap selama 60 tahun membuat otoritas proyek mengalihkan pembangunannya ke pesisir Kecamatan Kubutambahan.
Potensi lahan proyek yang terlahap bisa mencapai 900 hektare, lantas bagaimana warga terdampak di Kubutambahan justru merespon positif ambisi Prabowo ini?
Rupanya ada cara khusus dari pihak pembangun yang dipandang cukup win win solution. Apa itu?
Metode pembangunan melalui reklamasi diproyeksikan tidak akan merugikan lahan masyarakat di Kecamatan Kubutambahan.
Bahkan situs bersejarah beserta rumah ibadah diyakini tidak akan dikorbankan sebab adanya pembangunan bandar udara baru ini.
Presdir PT BIBU Erwanto pun mengungkap proyeknya tidak akan memberi dampak ekonomi bagi lahan produktif bagi masyarakat sekitarnya.
Lebih lanjut, Erwanto bocorkan informasi mengenai penjajakan investasi dengan pihaknya.
Tidak hanya China yang tertarik dengan konsep infrastruktur Bali Utara ini, negara dari kawasan Timur Tengah dan India pun disebutnya tertarik.
Para investor asing cenderung terpikat dengan perencanaan ambisius ini karena konsepnya yang modern tetapi tidak meninggalkan fondasi budaya Bali.
Bagaimana pun, progres baik ini dapat mengakhiri kemurungan proyek yang sempat ditendang dari daftar PSN Jokowi.***