

inNalar.com – Kalimantan Selatan kini memiliki tambang batu bara dengan sistem eksplorasi yang terbilang masih baru, bahkan pertama di Indonesia.
Emiten China yang terafiliasi ke Qinfa Group Ltd inilah yang membawa sistem tambang batu bara bawah tanah di Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Adapun nama perusahaan yang berhasil membawa metode terbaru dalam pengerukan sumber energi ini adalah PT Sumber Daya Energi atau SDE.
Baca Juga: Meriahkan HUT ke-128, BRI Bikin Gerakan Peduli Pilah dan Kelola 5,5 Ton Sampah di Gelora Bung Karno
Luas wilayah perusahaan ini diketahui babat lahan hingga 18.500 hektare dengan lokasi site SDE – 1 Kelumpang Barat telah resmi beroperasi.
Kegiatan produksi pertama dengan metode tambang batu bara bawah tanah PT SDE disaksikan langsung oleh Plt Direktur Jenderal Minerba bersama timnya.
Turut hadir pula investor asal China, yaitu Presiden Direktur Qinfa Group bernama Xu Da.
Emiten Qinfa Group ini diketahui telah rela menggelontorkan dana investasi sebesar 300 juta USD atau setara dengan Rp4,65 triliun untuk membangun tambang batu bara dengan sistem bawah tanah.
Melansir dari situs Kementerian ESDM, Bambang Suswantono selaku Plt Direktur Jenderal Minerba mengungkap detail mengenai PT Sumber Daya Energi ini.
Disebutkan bahwa dalam menjalankan kegiatan pertambangan ini, pihak perusahaan diketahui telah menyelesaikan dokumen Persetujuan Studi Kelayakan dan Dokumen Lingkungan.
Ditambahkan lagi informasi mengenai perusahaan tambang ini oleh Bambang bahwa SDE telah memegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan masa berlaku hingga 14 Mei 2034.
Kapasitas produksi tambang binaan PT Sumber Daya Energi bisa mencapai 20 juta ton per tahun untuk site SDE-1.
Rencananya pembukaan site SDE-2 dan SDE-3 akan diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 10 juta ton per tahun.
Baca Juga: Hutang Rp500 Miliar, Pabrik ‘Raja Sepeda’ di Jawa Timur Ini Bangkrut Walau Sangat Terkenal, Namanya…
Dalam peresmian kegiatan produksi pertama perusahaan, Plt Direktur Jenderal Minerba kembali menekankan bahwa pihak perusahaan perlu mengaplikasikan kegiatan pertambangan sesuai aturan dan SOP yang berlaku.
Selain itu, pihak SDE pun diharapkan tetap memberdayakan masyarakat yang tinggal di sekitar tambang.
Diharapkan pula ada semacam transfer ilmu dan teknologi dari para Tenaga Kerja Asing (TKA) kepada tenaga dalam negeri.
Acara peresmian kegiatan produksi pertama SDE, Bambang juga turut menyempatkan momen tersebut untuk melihat-lihat area pertambangan site SDE-1 yang ada di bawah tanah sedalam 180 kilometer.
Menurutnya standar keamanan dan sirkulasi lorong yang ada di sepanjang terowongan cukup baik dan nyaman, bahkan sekelas tambang milik PT Freeport Indonesia yang ada di Papua.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi