

inNalar.com – Pulau Bungin di NTB memiliki banyak sekali keunikan. Salah satunya adalah memiliki julukan sebagai pulau terpadat sedunia.
Mengapa Pulau Bungin di Nusa Tenggara Barat tersebut mendapat julukan sebagai pulau terpadat sedunia?
Hal ini disebabkan oleh padatnya pemukiman penduduk yang ada di pulau tersebut, jumlah penduduk mencapai lebih dari 5.000 jiwa.
Dilansir dari Youtube Jelajah Bumi, luas dari pulau di NTB yang dihuni oleh lebih dari 5.000 jiwa tersebut adalah sekitar 8,5 hektar.
Pulau terpadat sedunia yang terletak di Nusa Tenggara Barat ini bahkan tidak memiliki garis pantai hingga lahan hijau.
Rumah panggung milik penduduk yang tinggal di daerah tersebut saling berdempetan antara satu dengan yang lain.
Keunikan yang dimiliki oleh Pulau Bungin di NTB tidak berhenti disitu, adat pernikahan di daerah ini juga sangat menarik.
Diketahui bahwa hukum adat pernikahan di wilayah tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pulau tersebut semakin padat.
Pasalnya, pasangan yang akan menikah diwajibkan untuk membangun lokasi sendiri untuk mendirikan rumah yang akan ditinggali.
Pasangan yang akan menikah harus mengumpulkan batu karang untuk ditumpuk pada sisi luar pulau yang telah ditentukan sebelumnya.
Luas lokasi di Pulau Bungin, NTB yang akan digunakan untuk membangun rumah baru adalah 4 x 12 meter.
Selama 4-7 tahun setelah lokasi terbentuk, pasangan baru boleh menikah dan mendirikan rumah di lokasi tersebut.
Rumah pasangan baru di Pulau Bungin berada di atas air laut dengan cara menumpuk batu karang yang telah mati sebagai pondasi.
Itulah mengapa, luas pulau terpadat sedunia di NTB akan terus bertambah jika ada yang melakukan pernikahan.
Saat ini luas dari Pulau Bungin di NTB mencapai 8,5 hektar. Namun, setelah beberapa tahun luas dapat semakin bertambah.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi