

inNalar.com – Proyek pengembangan Pelabuhan Kuala Riau di Tanjungpinang, Kepulauan Riau telah memasuki tahap baru.
Diketahui perencanaan upgrade Pelabuhan Kuala Riau, Tanjungpinang, Kepulauan Riau telah dimulai sejak tahun 2022.
Usai Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan dana hibah dari sebuah program khusus Pemerintah Amerika Serikat (AS), tahap pengembangan Pelabuhan Kuala Riau berhasil lanjut ke tahap selanjutnya.
Adapun nominal dana hibah yang berhasil diperoleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk pengembangan Pelabuhan Kuala Riau di Tanjungpinang ini mencapai Rp766,1 miliar.
Dilansir inNalar.com dari situs resmi Pemerintah Provinsi kepulauan Riau, diproyeksikan pencairan dana awal akan turun pada akhir 2023 atau 2024 minimal Rp300 miliar.
Rencananya dana hibah tersebut bakal dialokasikan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mengembangkan fasilitas area bongkar muat di dermaga Pelantar I dan Pelantar II.
Selain itu, area keluar masuk penumpang antar pulau seperti rute Tanjungpinang – Kabupaten Lingga pun turut masuk dalam proyek pengembangan pelabuhan ini.
Sementara progres pengembangan pelabuhan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau ini mulai masuki tahap uji kelayakan yang akan memakan waktu sekitar 12 bulan.
Tahap pelaksanaan pengembangan pelabuhan ini akan melalui dua tahapan. Pertama, Pemerintah Provinsi akan berfokus pada area fasilitas pelayanan penumpang.
Tahap kedua akan meliputi area fasilitas bongkar muat barang yang akan diperluas kapasitasnya agar 20 unit kapal bisa lebih leluasa dari kondisi sebelumnya.
Rencananya, area dermaga Pelantar I dan Pelantar II akan saling terhubung menjadi satu jalur.
Jadi, pengguna akan masuk melalui pintu masuk dermaga Pelantar I dan keluar dari dermaga Pelantar II.
Upaya ini dilakukan oleh pihak Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau guna mengatasi kesemrawutan lalu lintas orang dan barang di kedua dermaga tersebut.
Dengan demikian, diharapkan dengan adanya pembenahan area Pelantar I dan Pelantar II di Pelabuhan Kuala Riau, Tanjungpinang, lalu lalang dan aktivitas ekonomi di dalam area tersebut lebih leluasa dan lancar.
Sebagai informasi tambahan, pembiayaan proyek pengembangan oleh Millennium Challenge Corporation (MCC) ini diketahui akan dilakukan secara bertahap seiring dengan progres pembangunan yang bertahap.***