

inNalar.com – Dieng, salah satu daerah di Jawa Tengah yang dikenal sebagai wilayah paling nyaman untuk dihuni. Namun siapa sangka, ternyata kawasan ini pun menyimpan sebuah kisah kelam.
Satu kampung yang berjarak 1 kilometer dari Kawah Sinila Dieng terpaksa dihapus dari peta lantaran tragedi tragis yang tidak pernah diduga sebelumnya.
Alasan penghapusan desa dari catatan administratif daerah ini tidak lepas pertimbangannya dari kejadian memilukan ini.
Baca Juga: 2025 Nanti UMR Provinsi Aceh akan Naik! Intip Prediksi UMK 23 Kabupaten/Kota Terlengkap dan Terbaru
Dalam waktu singkat, 149 nyawa penduduk melayang akibat peristiwa kelam yang terjadi.
Kejadian tersebut tidak hanya menggemparkan desa ini, penduduk dari perkampungan tetangga pun berlarian menyelamatkan diri.
Sekitar 15.000 warga melarikan diri dari tempat tinggal mereka demi nyawa mereka tetap selamat.
Baca Juga: Segini Prediksi UMR di 19 Kabupaten/Kota Sumatera Barat 2025: Padang, Solok, hingga Pasaman
Imbas tragedi tragis tersebut, setidaknya 998 warga kemudian diungsikan oleh negara.
Pemerintah daerah Jawa Tengah menilai kampung di dekat kawasan Dieng ini tidaklah layak untuk dihuni.
Sebagai informasi, peristiwa tidak terduga tersebut terjadi pada 50 tahun silam, tepatnya pada 20 Februari 1979.
Lantas, tragedi tragis macam apa yang membuat penduduk kampung di Jawa Tengah ini meninggal dunia secara mendadak?
Jadi, kampung yang tengah dibahas ini adalah Desa Kepucukan. Lokasinya tidak jauh dari Kawah Sinila yang berada di Dieng, Jawa Tengah.
Tragedi tragis yang terjadi di kampung pelosok Dieng ini bukan disebabkan oleh sebuah pembantaian massal.
Baca Juga: Pinjol Merajalela, Ini Dia Strategi Cerdas BRI Atasi Tantangan di Era Transformasi Digital
Namun serangan tidak terlihat justru datangnya dari kawah cantik dekat permukimen mereka. Ya, Kawah Sinila inilah yang dimaksudkan di sini.
Bunyi letusan dekat perkampungan mereka membuat warganya waspada kala itu. Namun kekhawatiran yang langsung tertuju pada Kawah Sinila membuat penduduknya agak melengah.
“Diawali dengan gempa vulkanik yang cukup kuat dan terus menerus selama beberapa hari yang disertai dengan suara dentuman keras,” dikutip dari BNPB.
Baca Juga: Jadi Jawara Data dan Kolaborasi, BRI Raih Penghargaan dalam Digital Banking Awards 2024
Tidak diduga, letusan kawah tersebut menghasilkan gas beracun yang ternyata mematikan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun mengungkap bahwa terdapat setidaknya 22 kawah di Dieng yang cukup mematikan.
Kawah Sinila bukan yang paling mematikan, Kawah Timbang disebut yang harus diwaspadai paling pertama.
Kendati demikian, catatan korban imbas sebara gas beracun di daerahnya cukup membuat kampung ini berakhir karena tragedi tragis ini.
“Peristiwa letusan Kawah Sinila ini menyebabkan korban meninggal dunia sebanyak 149 orang dan 15.000 jiwa warga Dieng dari 6 Desa diungsikan,” dikutip dari dokumen Rencana Kontijensi Gas Beracun Erupsi Gunung Api Dieng Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019.
Kini, kejadian itu diingat oleh khalayak sebagai tragedi tragis Sinila 1979.
Sejak diketahui potensi gas beracun di sekitar Kawah Sinilah inilah yang menjadi pertimbangan Pemerintah RI menghapus desa ini dari peta secara administratif.***