

inNalar.com – Harapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk menjadikan daerah Kotawaringin Timur (Kotim) sebagai produsen gula nasional bakal semakin cerah progresnya.
Ambisi tersebut sudah diungkap oleh Plt Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah sejak dirinya mengisi sambutan dalam kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) pada tahun 2020 silam.
Bagai gayung bersambut, rupanya seorang investor asal India bernama Parekat Vynan Shivanand selaku CEO dari perusahaan PT Hermes Sugar Indonesia tertarik menginvestasikan dananya guna bangun pabrik gula di daerah tersebut.
Merespon lirikan investor tersebut, Bupati Kotim ini pun sangat menyambut baik dan berharap agar niat baik perusahaan besar gula yang satu ini dapat terealisasi tanpa kendala berarti.
Lebih lanjut, Bupati Kotim Halikinnor menjelaskan mengenai pemetaan daerahnya bahwa wilayah selatan Kotawaringin Timur diproyeksikan menjadi daerah penyangga pangan.
Jadi daerah selatan yang dimaksud ini meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, dan Pulau Hanaut.
Adapun mengenai potensi penggunaan lahan untuk pembangunan pabrik gula ini diarahkan ke wilayah selatan Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
PT Hermes Sugar Indonesia diketahui tertarik mengekspansikan perusahaannya dengan berencana membangun 3 pabrik gula di daerah tersebut secara bertahap.
Diketahui nilai investasi dari proyek pembangunan pabrik tersebut bakal menelan biaya hingga 250 juta USD.
Apabila dirupiahkan dengan kurs terkini, Rp15.509,15, maka total biaya yang dihabiskan bakal mencapai Rp3,87 triliun.
Ketertarikan pihak perusahaan semakin mantap usai melakukan ujicoba penanaman tebu di lahan seluas 8 hektare, tepatnya pada tahun 2019.
Hasilnya sangat memuaskan, penanaman tebu sangat cocok di lahan gambut dan lokasi pembangunan pabrik gula di Desa Lempuyang nantinya bakal berada di wilayah perbukitan yang tentu akan terhindar dari potensi banjir.
Mengenai progres terkini dari pihak investor, diungkap pula oleh Bupati Kotawaringin Timur bahwa perusahaan tengah mengurus perizinan di BKPM pusat.
Apabila tidak ada halangan berarti, lahan yang bakal digunakan untuk menanam tebu luasnya mencapai 18.500 hektare.
Diharapkan dengan adanya pabrik gula di Kotawaringin Timur, masyarakat Kecamatan Teluk Sampit dan Mentaya Hilir Selatan bakal lebih makmur.
Pasalnya proyeksi serapan tenaga kerja, menurut penghitungan lahan per hektare sekitar 3 ribu pekerja untuk setiap 5 ribu hektare.
Sebagai tambahan informasi, tebu sangat cocok untuk ditanam di lahan gambut. Bahkan, limbahnya pun dapat diolah kembali menjadi bahan daya pembangkit listrik berkapasitas 22 megawatt. ***