

InNalar.com – Bandara Internasional Kualanamu di Sumatera merupakan bandar udara yang diklaim jadi yang terbesar ke-3 di Indonesia.
Selain itu, bandara yang berada di Sumatera Utara ini juga cukup penting, karena memudahkan memberikan layanan penerbangan pada orang-orang di Medan dan di pulau Sumatera.
Bahkan pembangunan bandar udara ini akan dilakukan kembali dengan dana mencapai puluhan triliun, sehingga akan menjadi lebih besar dari sekarang.
Baca Juga: Gugur Berjamaah, Bulutangkis Indonesia Makin Miskin Gelar di BWF World Tour Finals
Jika sudah direalisasikan, pastinya bangunan ini nantinya akan semakin besar, karena akan ada pembangunan lagi.
Selain akan jadi semakin besar, nantinya layanan yang disediakan pada bandar udara Kualanamu ke mancanegara juga akan semakin meningkat dengan total 40%.
Pasalnya, untuk saat ini Kualanamu hanya melayani penerbangan ke mancanegara hanya sebanyak 10%, walaupun menyandang jadi bandara terbesar ke-3 di Indonesia.
Berdasarkan sejarahnya, sebenarnya pembangunan tempat pesawat mendarat ini sudah digagas sejak tahun 1992 untuk menggantikan bandar udara Polonia.
Saat akan digarap pada tahun 1997, ternyata pembangunan tersebut harus diurungkan atas terjadinya krisis moneter di Indonesia.
Akhirnya setelah 10 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2007 pembangunan infrastruktur pesawat ini mulai dilaksanakan.
Setelah 6 tahun dibangun, pada tahun 2013 akhirnya bandara Kualanamu mulai tersedia untuk masyarakat di Medan ataupun pulau Sumatera dengan luas 1.365 hektar.
Belum berhenti disitu, karena pada tahun 2022 lalu juga tengah direncanakan bandar udara ini akan menggunakan konsep Airport City.
Dilansir InNalar.com dari laman Dephub, dengan rencana perubahan pada bandara Kualanamu ini nantinya sampai bisa buat kapasitas penumpangnya mencapai 65 juta per tahun.
Jumlah tersebut cukuplah besar, mengingat saat ini bandar udara tersebut hanya mampu menampung sekitar 8 juta penumpang per tahun.
Selain kapasitas penumpang yang diperbanyak berkali-kali lipat, nantinya akan disiapkan juga lahan seluas 200 hektar untuk pembangunan area komersial.
Menariknya, luas 200 hektar itu nantinya akan jadi seperti kota kecil, karena fasilitas di dalamnya sangat bervariasi macamnya.
Karena lahan tersebut nantinya akan dikembangkan ke pembangunan factory outlet, F&B area, kids edutainment, convention center, golf course, hypermarket, apartemen, hotel, perkantoran, theme park dan duty free area.
Jadi dengan adanya perubahan bandara internasional Kualanamu ini nantinya diharapkan mampu mendongkrak ekonomi di Sumatera Utara, termasuk ke Indonesia.
Sementara itu anggaran yang harus diguyur untuk mengembangkan bandara terbesar ke-3 ini pun sangatlah banyak.
Karena anggaran yang diperlukannya mencapai Rp 57 triliun, hingga target pada tahun 2047 nanti.
Sedangkan pada 2047 nanti, pergerakan yang terjadi pada bandar udara Kualanamu ini bisa mencapai 54 juta penumpang yang mana kapasitas terminal hingga 65 juta penumpang per tahun. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi