Digarap Lebih dari 2 Tahun, Pemprov Kalimantan Selatan Kejar Target Proyek Jalan Nasional Rp34 Miliar di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kapan Selesai?

inNalar.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tengah diburu target untuk menyelesaikan beberapa proyek PSN, salah satunya adalah perbaikan jalan nasional di sepanjang Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Proyek rehabilitasi jalan nasional yang dimaksud di sini adalah Jalan Lingkar Utara Amuntai.

Jalan Lingkar Utara Amuntai menjadi prioritas garapan, karena jalur ini biasa menjadi rute alternatif bagi para pelintas yang datang dari arah Bayur menuju Kelua.

Baca Juga: Telan Dana Rp310 Miliar, Smelter Pertama di Kalimantan Tengah Ini Dipasok Listrik PLN 39 MVA

Dengan selesainya pengerjaan proyek ini, diharapkan dapat mengurai kemacetan lalu lintas antara Kabupaten Hulu Sungai Utara hingga Tabalong.

Dalam proses pengerjaannya, Pemprov Kalimantan Selatan, melalui Dinas PUPR Kalsel tampak tekun melakukan perbaikan jalan ini.

Pengerjaan proyek telah dicicil sejak awal Bulan Mei 2021 hingga sekarang. Artinya waktu yang dihabiskan untuk perbaikan Jalan Lingkar Amuntai ini setidaknya telah mencapai 2,5 tahun.

Baca Juga: Dapat Pinjaman Rp2,79 Triliun, Ternyata Segini Jumlah Aset Perusahaan Batu Bara Dian Swastika, Merosot Tajam?

Adapun pihak Pemprov Kalimantan Selatan, melalui Kepala Dinas PUPR Kalsel Ahmad Solhan optimis perbaikan jalan nasional ini mampu selesai akhir tahun 2023.

“Jalan ini bisa kita selesaikan akhir tahun. Pembangunan jalan tersebut untuk mengurangi kemacetan,” ungkap Ahmad Solhan, dikutip inNalar.com dari Diskominfo Kalsel.

Baca Juga: Megaproyek Tol Terpanjang Senilai Rp56,2 Triliun Ditinggal Konglomerat, PUPR Terpaksa Ambil Langkah Ini

Sedikit informasi, jalan nasional yang tengah digarap ini secara keseluruhan panjangnya mencakup 1,1 kilometer dan lebarnya 14 meter.

Demi kelancaran proyek rehabilitasi jalan di Kabupaten Hulu Sungai Utara, secara berkala anggota komisi III DPRD Tingkat 1 Provinsi Kalsel pun juga turut memantau progres pengerjaannya.

Mengingat garapan ini telah memakan anggaran sebesar Rp34 miliar, diharapkan kondisi jalan tidak lagi mengalami rusak parah sebagaimana yang terjadi pada dua tahun silam.

Baca Juga: Disokong Investasi Lokal Rp36,5 Triliun, Pabrik Baru di Kalimantan Timur Ini Lokasinya Bukan di Samarinda, Tapi di…

Perlu diketahui bahwa perbaikan infrastruktur prioritas ini masuk dalam kontrak senilai Rp42,9 miliar yang telah diagendakan dalam anggaran tahun 2021.

Apabila paket kontrak ini berhasil diselesaikan sesuai targetnya, Jalan Amuntai – Kelua – Tanjung dapat mulus dan bisa dilalui dengan nyaman kembali.

Sebagai informasi tambahan, belum lama terjadi longsor di daerah jalan nasional antara Kabupaten Hulu Sungai Utara menuju Tabalong.

Baca Juga: Kualitas Layanan Terjaga, Bank Kustodian BRI Raih Sertifikasi ISO Manajemen Mutu 9001:2015

Kejadian tersebut menyebabkan infrastruktur ambles sejak 21 Agustus 2023. Sebagai tindak lanjutnya, pihak yang berwenang dengan sigap memasang garis polisi.

Imbas dari kondisi tersebut, truk yang mengangkut muatan lebih dari 8 ton diimbau untuk tidak melalui jalan longsor tersebut.

Pasalnya dikhawatirkan badan jalan akan semakin mengalami penurunan. Bagi pelintas daerah tersebut diharapkan pula lebih berhati-hati.

Baca Juga: Serap Investasi Rp9,9 Triliun, Jalan Tol Junction Tebing Tinggi Lulus Uji Laik Fungsi, Akses ke Wisata Danau Toba di Sumatera Utara Semakin Mudah

Pihak pemprov diketahui akan mengupayakan usulan penggunaan dana sisa lelang tahun 2023 guna mempercepat perbaikan jalan longsor tersebut.***

 

Rekomendasi