

inNalar.com – Sebuah bangunan menjulang megah di Kota Semarang masih terlihat megah dan kokoh meski telah berusia 120 tahun.
Rupanya menjadi saksi perkembangan sejarah perkembangan industri kereta api di Indonesia.
Rancangan bentuk bangunan bagian dalam gedung warisan kolonial Belanda ini disebut mirip gerbong kereta api.
Alasannya bukan karena sekadar pemilik bangunan adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI), melainkan ada fungsi khususnya.
Sebagai informasi awalan, gedung seluas 18.232 meter persegi ini dijadikan sebagai kantor perkeretaapian.
Adapun pemilik bangunan tersebut adalah perusahaan swasta kereta api Belanda bernama Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).
Jadi untuk mempermudah koordinasi dan komunikasi antar karyawan yang bekerja di dalam ruangan gedung tersebut, dibangunlah bentuk bagian dalam bangunan seperti gerbong kereta api.
Rupanya memang secara keseluruhan, gedung bersejarah di Semarang ini memiliki lima bagian bangunan yang bersambung.
Namun proses pembangunannya sebagian dibangun pada tahun 1904 – 1907, dilanjutkan kembali pada kisaran 1916 – 1918.
Apabila dirunut proses pembangunannya, dapat diketahui bahwa arsitek bangunan bersejarah ini dibangun oleh 4 arsitektur asal Belanda.
Bermula dari Gedung C yang dirancang oleh seorang arsitek bernama Ir. P. de Rieu.
Dahulu gedung yang pertama dibangun ini berfungsi untuk kantor percetakan karcis kereta api.
Setelah arsitek tersebut meninggal, perannya digantikan oleh Prof. J. Klinkhamer dan B. J. Oundag yang lanjut membangun Gedung A.
Fungsi dari bagian gedung kedua ini adalah untuk dijadikan kantor utama NIS.
Proses pembangunan bermula sejak Februari 1904 sampai dengan Juli 1907.
Kebutuhan industri kereta api Indonesia semakin kompleks, sehingga dibangunlah fasilitas penunjang di gedung selanjutnya.
Masih dirancang oleh dua arsitek sebelumnya, Gedung B akhirnya dibangun dan disusul dua bangunan sisanya.
Adapun Gedung D dan E dibangun oleh arsitek Thomas Karsten yang disebut merupakan perancang bangunan termuda di antara arsitek sebelumnya.
Lantas, bangunan apa yang disebut mirip gerbong kereta api ini? Berdesain banyak pintu dan jendela, orang sekitar pun menyebutnya dengan ‘Lawang Sewu’.
Hingga kini gedung tersebut masih gagah berdiri di jantung Kota Semarang menjadi bangunan ikonik khas daerah sekaligus wajah industri kereta api Indonesia di masa lampau.
Sebagai informasi tambahan, Gedung ‘Lawang Sewu’ ini milik PT Kereta Api Indonesia dan dikelola oleh PT Kereta Api Pariwisata.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi