

inNalar.com – Pembangunan Jembatan Bulan yang menghubungkan Bulungan dan Tarakan di Kalimantan Utara rupanya tidak menemukan titik terang.
Padahal, investor yang menyeriusi pembangunan ini sudah menyiapkan dana sebesar 500 Juta USD atau senilai dengan Rp 12 triliun.
Namun, masih tidak ada tanda-tanda pembangunan jembatan termegah di Kalimantan Utara tersebut.
Dilansir inNalar.com dari kaltara.bpk.go.id, wacana pembangunan Jembatan Bulan sendiri sudah ada sejak pemerintahan Kalimantan Utara bertahun-tahun lalu.
Baca Juga: Akibat EL Nino Sekitar 1.400 Hektar Pertanian di Lampung Terancam Gagal Panen, BPBD Buka Suara
Kala itu, Kalimantan Utara mendapati salah satu perusahaan Tiongkok yakni China Road and Bridge Corporation (CRBC) yang menunjukkan minat untuk berinvestasi.
Perencanaan tersebut terjadi pada tahun 2016 dan sudah ditindaklanjuti dengan Memorandum of Understanding (Mou) antara dua pihak.
Perjanjian itu kemudian diperbaharui dengan kesepakatan pemprov Kalimantan Utara bersama CRBC pada tahun 2022.
Sayangnya, pihak CRBC masih belum memberikan kepastian yang jelas kapan pembangunan akan dilakukan.
Meski sudah diseriusi untuk melakukan pembangunan infrastruktur, nyatanya perealisasian Jembatan Bulan masih harus menunggu kebijakan Bappenas.
Selain itu, biaya pembangunan yang besar berbanding terbalik dengan jumlah kendaraan di Kalimantan Utara yang hanya mencapai 400 ribu.
Baca Juga: Bendungan Karian Banten: Bendungan Terbesar ke-3 di Indonesia yang Menghabiskan Dana Rp1,3 Triliun
Pembangunan jembatan penghubung Bulungan-Tarakan tersebut memiliki nilai investasi mencapai Rp 12 triliun.
Dana tersebut rupanya tidak akan cukup ditanggung sendirian oleh pemprov Kalimantan Utara, sehingga diusulkan menjadi proyek nasional.
Kalimantan Utara juga bergantung kepada negara-negara lain yang diketahui telah ‘melirik’ megaproyek jembatan ini.
Baca Juga: Daftar Mobil Listrik untuk KTT ke-43 ASEAN JAKARTA 2023, Partisipasi Industri Otomotif di Tanah Air
Dikatakan, negara yang ingin melakukan investasi masih melakukan kajian dan hingga saat ini belum ada titik temu mengenai minat pembangunan.
Sejauh ini, dua negara yang bersaing ingin berinvestasi dalam pembangunan Jembatan Bulan di Kalimantan Utara adalah China dan Korea.
Bila jembatan tersebut terealisasi, Jembatan Bulan akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia yang membentang sejauh 29,16 km.
Baca Juga: Daftar Mobil Listrik untuk KTT ke-43 ASEAN JAKARTA 2023, Partisipasi Industri Otomotif di Tanah Air
Jembatan ini juga direncanakan menjadi proyek yang ramah lingkungan karena melewati kawasan mangrove.
Diharapkan, pembangunan Jembatan Bulan cepat terealisasikan karena berpotensi menjadi pusat penyebaran logistik di Kalimantan Utara.***