Tiap 100 gram nasi putih, terdapat kandungan energi 180 kkal, 39,8 gram karbohidrat, 3 gram protein, 0,3 gram lemak, 0,2 gram serat dan masih banyak lagi.
dr Zaidul Akbar menyinggung jika kadar karbohidrat yang terkandung dalam nasi putih tergolong tinggi. Terlebih, karbohidrat nasi putih bersumber dari glukosa.
Kandungan nasi putih inilah yang menyebabkan sebagian orang menghindari mengonsumsi nasi putih dengan alasan diet.
dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa diet dengan menghindari nasi diperbolehkan, tapi tubuh harus tetap mengonsumsi karbohidrat.
Makanan berkarbohidrat yang baik adalah makanan yang tidak mengalami banyak proses pengolahan.
Ia menuturkan bahwa sebenarnya beras memiliki banyak kandungan mineral yang baik untuk tubuh, berbeda setelah diolah menjadi nasi.
Semakin banyak proses pengolahan makanan yang dilakukan, semakin banyak pula kandungan alami makanan yang berubah.
Misalnya, gula tebu dan gula pasir. Meskipun sama-sama berasal dari tebu, gula pasir telah mengalami banyak proses pengolahan.
Bagi orang yang belum bisa meninggalkan nasi putih, dr Zaidul Akbar menyampaikan, hendaknya nasi putih ditambahkan biji-bijian atau kacang-kacangan saat dikonsumsi.
Hal ini dilakukan agar gizi yang terkandung dalam nasi putih yang kita konsumsi dapat seimbang.
Ia juga menyampaikan, nasi putih yang kita makan bisa ditambahkan minyak kelapa atau VCO (Virgin Coconut Oil).
Nah, bagi orang-orang yang tetap ingin menghindari nasi dengan alasan diet, perlu diingat bahwa tubuh tetap membutuhkan karbohidrat.
dr Zaidul Akbar memberitahukan, karbohidrat alami yang terkandung dalam singkong, talas, dan kentang dapat menggantikan nasi.
Apabila hal tersebut bisa dipahami, maka pelaksanaan diet dapat berlangsung dengan aman dan kesehatan tubuh tetap optimal.***